PENGEMBANGAN MODEL PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MISKIN DI KEBUPATEN MALUKU TENGAH

Authors

  • Samson Laurens Program Studi ilmu kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Kristen Indonesia Maluku, Indonesia
  • Amelia Tahitu Program Studi ilmu komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Kristen Indonesia Maluku, Indonesia
  • Cost Sahanaya Program Studi ilmu kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Kristen Indonesia Maluku, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38012/jb.v6i1.1214

Keywords:

Kemiskinan, Model Pemberdayaan, Perempuan.

Abstract

Perempuan  miskin  merupakan bagian dari komunitas miskin  di pedesaan,  yang  aktivitas  kesehariannya  pada sektor  informal dengan  melakukan  pekerjaan ganda sebagai ibu rumah tangga dan bekerja sebagai buruh tani, swasta  untuk  memperoleh pendapatan bagi pemenuhan kebutuhan rumah tangga.  Perempuan  miskin  memiliki akses pendidikan rendah,   dan  pekerjaannya  mudah untuk dilakukan,  namun  penuh  tantangan.  Pekerjaan perempuan miskin  merupakan  tantangan  hidup  yang    dilakukan  karena  kondisi bertahan hidup demi memperoleh pendapatan  bagi rumahtangga. Secara administrasi  Kabupaten Maluku Tengah  memiliki  18 Kecamatan, dengan jumlah  65,73 ribu penduduk, dan penduduk  miskin sebesar 9,12 ribu orang, atau 17,46 persen, dari jumalah penduduk miskin sebesar 9,12 ribu orang atau 17,46 persen,  maka perempuan miskin  ada di sana, ( BPS Provinsi Maluku, 2022). Penelitian  ini  dilakukan di Kecamatan Salahutu, Leihitu,  dan Leihitu,  dengan lokasi penelitian, desa Tulehu, Waai, Asilulu, Liliboy, Negeri Lima dan  Zeith. Penentuan responden berdasarkan kondisi dan fakta yang menyertai kriteria komunitas perempuan miskin di lokasi penelitian, yakni  60 responden yang mewakili desa ditiga  kecamatan.  Tujuan   penelitian ini adalah untuk  mendeskripsikan   faktor-faktor penyebab  kemiskinan   menurut  komunitas  perempuan miskin itu sendiri, dan  pengembangan model pemberdayaan.  Metode  yang digunakan adalah  deskriptif  kuantitatif,  dengan teknik pengumpulan  data; observasi, wawancara, dan angket.  Data dianalisis dengan  menggunakan  metode  deskriptif.  Hasil yang dicapai berdasarkan  karakteristik responden sampel (perempuan miskin), dengan tingkat pendapatan yang rendah, standart rumah tidak layak huni, derajat  kesehatan rendah, pendidikan dan pengetahuan yang  minim  sehingga mengakibatkan mereka (perempuan) perlu diberdayakan.  

References

REFERENSI

Biro Pusat Statistik Maluku, Profil Kemiskinan Provinsi Maluku, 2019.

Basuki, A. & Prasetyo, Y.E. (2007). Me-musiumkan Kemiskinan. Surakarta: PATTIRO Surakarta.

Mansy, Kredit Mikro untuk Masyarakat Miskin, Kupang, Antara News 2009.

Dony Abdul, Pengentasan Kemiskinan Lewat UMKM, Suara Karya, 2005

Sri Marwanti, Ismi Dwi Astuti, 2011, Model Pengembangan Kewirausahaan Keluarga Menuju Ekonomi Kreatif di Kabupaten Karanganyar,

Hastuti dan Dyah Respati, 2011, Model Pemberdayaan Perempuan Miskin Upaya Pengentasan Kemiskinan Di Pedesaan, Lereng Merapi Selatan DIY,

Siti Hasanah, 2013,Pemberdayaan Perempuan Melalui Kegiatan Ekonomi berkeadilan,

http://dx.doi.org/10.33603/reformasi.v2i1.1451

Wahyu Tjiptaningsih, 2018, Pemberdayaan Perempuan dalam Upaya Peningkatan Ekonomi Keluarga Di desa Sindeng kempeng Kec Greged Kab Ciribon,

Alizar Isna dan Syah Firdaus, 2017, Prospek Pemberdayaan Perempuan di Desa Tumiyang Kabupaten Banyumas: Studi Evaluasi Implementasi Program P2MPD,

Marwanti, S. & Astuti, D. (2011). Model Pemberdayaan Perempuan Miskin melalui Pengembangan Kewira-usahaan Keluarga Menuju Ekonomi Kreatif di Kabupaten Karang Anyar. SEPA, Vol 9 N0 1, September 2012.

Nunung Nurwati, Kemiskinan: Model Pengukuran, Permasalahan dan Alternatif Kebijakan, 2012, url: http:/jurnal.unpad.ac.id/kependudukan/article/view/doc1

Nugroho. 2008, Gender dan Administrasi Publik Studi tentang Kualitas Kesetaraan dalam Administrasi Publik Indonesia Pasca Reformasi 1998-2002. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Icha Duwi Meidha Sari, dkk, Pemberdayaan Perempuan Pesisir Dalam Mewujudkan Kampung Krumi Untuk Meningkatkan Perekonomian Desa Bendar, 2019. url: https://journal.unilak.ac.id/index.php/dinamisia/article/view/2729

Nugraha Setiawan, Struktur Ketenagakerjaan Dan Partisipasi Angkatan Kerja Di Pedesaan Indonesia: Analisis Hasil Sakernas 2006, Jurnal Kependudukan Padjadjaran, Vol.10, No.2, Juli 2008: 100-11. url : http://jurnal.unpad.ac.id/kependudukan/article/view/4028/_1

Safri Miraj, Sumarmo, Pemberdayaan Masyarakat Miskin Melalui Proses Pendidikan Nonformal, Upaya meningkatkan Kesejahteraan Sosial di Kabupaten Halmaera Utara, 2019, url: https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jnfc/article/view/8051

Sulistyani, A.T. 2004. Kemitraan dan Model-Model Pemberdayaan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Suharto, Edi. 2003. Pembangunan Kebijakan dan Kesejahteraan Sosial. Bandung: Mizan.

Downloads

Published

2025-01-16

How to Cite

Laurens, S., Tahitu, A., & Sahanaya, C. (2025). PENGEMBANGAN MODEL PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MISKIN DI KEBUPATEN MALUKU TENGAH. JURNAL BADATI, 6(1), 90–109. https://doi.org/10.38012/jb.v6i1.1214

Issue

Section

Articles

Citation Check