CARA BIJAK MENGELOLA KEUANGAN KELUARGA DAN EKONOMI KREATIF DI DESA MURNATEN
DOI:
https://doi.org/10.69765/mjppm.v1i1.379Keywords:
Ekonomi Kreatif, Potensi SDA, Keuangan Keluarga.Abstract
Desa Murnaten mempunyai luas 97,33 Km2, Populasi : 2.038 jiwa terbanyak dari 18 desa, dengan ketinggian 5 M dari permukaan laut. Kehidupan di Desa Murnaten, rata-rata beragama Kristen, Tingkat pendidikan anak-anak baik sampai dengan perguruan tinggi.Pekerjaan dari masyarakat desa Murnaten beragam, petani, nelayan, swasta, dan Pegawai Negeri Sipil.Secara Umum, Mitra (Desa Murnaten) mempunyai banyak sekali Sumber Daya Alam (SDA) yang dapat dikelola sesuai dengan konsep ekonomi kreatif tetapi kendala yang dihadapi adalah masyarakat minim pengetahuan ekonomi kreatif dan transportasi. Pasar yang sangat jauh dan alat transportasi yang dimiliki sangat minim sehingga hasil-hasil usaha ekonomi kreatif dikelola untuk kepentingan diri sendiri dan keluarga. Transportasi yang minim membuat masyarakat susah untuk memasarkan hasil-hasil kebun/dusun dan hasil-hasil usaha kreatif. Para masyarakat harus mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk memasarkan/menjual hasil-hasil kebun/dusun/hutan.Dikarenakan juga jarak desa Murnaten ke Kota Taniwel yang tidak mungkin ditempuh dengan berjalan kaki.Selain itu, ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat dirasakan kurang sesuai sehingga hasil-hasil alam yang dikelola secara sederhana.Kemudian masyarakat juga belum banyak memahami pentingnya mengelola keuangan keluarga yang baik sehingga mereka belum mampu bijak mengelola keuangan keluarga yang sesuai dengan kondisi keluarga. Permasalahan Mitra (1). Minimnya pemahaman tentang Ekonomi Kreatif, (2) Potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup banyak tetapi terkendala pada saat pengelolaan dan memasarkannya, (3) Kurangnya sarana prasarana alat transportasi dan biaya transportasi yang mahal, (4) Masalah mengelola keuangan keluarga kerapkali menjadi penyebab utama perselisihan yang terjadi dalam keluarga. Letak masalah diantaranya karena minim komunikasi dan ketidaktahuan dalam mengatur keuangan keluarga secara tepat.Solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini adalah : a). Dilakukan sosialisasi dan workshop yang berkaitan dengan pengembangan potensi SDA dan ekonomi kreatif dan b). Melakukan pelatihan mengelola keuangan keluarga yang sederhana (laporan arus kas keluarga sehari-hari).Luaran dari kegiatan ini telah dipublikasikan pada media massacetak : Ambon Ekspres (Edisi Sabtu, 30 November 2019), media online: https://ameks.id/lpm-ukim-latih/. Video kegiatan juga telah diupload pada channel youtube: https://www.youtube.com/watch?v=uQc_5sOpe5g.References
Kuncoro M, 2010, Dasar-Dasar Ekonomika Pembangunan, Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Irham Fahmi, 2014, Pengantar Manajemen Keuangan, Teori dan Soal Jawab, Bandung: ALFABETA.
Moelyono Mauled, 2010, Menggerakkan Ekonomi Kreatif Antara Tuntutan dan Kebutuhan (Edisi I. Cetakan I), Jakarta: Rajawali Pers.
James A.F. Stoner, 2004, Manajemen Jilid I dan II, Jakarta: Gramedia.
Marcus J. Pattinama, Pengentasan Kemiskinan Dengan Kearifan Lokal (Studi Kasus di Pulau Buru-Maluku dan Surade-Jawa Barat), MAKARA: Jurnal Sosial Humaniora. Vol. 13. No. 1. Juli 2009.
Safir Senduk, 2001, Mengelola Keuangan Keluarga: Seri Perencanaan Keuangan Keluarga, Jakarta: Elex Media Komputindo.
Henry Sarwono dan Danang Sunyoto, 2013, Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro, Yogyakarta: Center for Academic Publishing Services (CAPS).
Elvyn G. Masassy, 2004, Cara Cerdas Mengelola Investasi Keluarga, Jakarta: Gramedia.
Data Wilayah dan Penduduk Desa Murnaten, Kantor Desa Murnaten, 2019.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish in this journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).