GAME EDUKASI GIZI SEIMBANG BAGI ANAK USIA SEKOLAH DI PENGUNGSIAN PUNCAK DAMAI, JEMAAT GPM WAAI KABUPATEN MALUKU TENGAH
DOI:
https://doi.org/10.69765/mjppm.v1i1.382Keywords:
Game Edukasi, Gizi Seimbang, Puncak Damai Jemaat GPM Waai, UKIMAbstract
Desa Waai merupakan salah satu desa di Kabupaten Maluku Tengah yang merasakan dampak akibat Gempa Bumi dengan skala 6.5 Magnitudo yang terjadi di Ambon dan Wilayah Seram pada Tanggal 26 September 2019. Dampaknya masyarakat harus hidup dan tinggal pada tempat pengungsian, karena kondisi rumah tidak memungkinkan untuk ditempati, dan secara khusus sangat berdampak pada anak-anak. Mereka mengalami trauma terhadap gempa yang terjadi yang diikuti dengan gempa susulan yang sudah mencapai 2.345 gempa di bulan November 2019. Kondisi ini menyebabkan aktivitas sehari-hari terganggu, bahkan sampai pada pola konsumsi makanan dalam keluarga dan anak. Terjadi ketidakseimbangan konsumsi karena pola makan yang terganggu dan tidak seimbang (kurang konsumsi buah dan sayur, banyak anak yang tidak sarapan pagi saat ke sekolah, atau ada yang hanya minum teh manis) terlebih banyak sekali bantuan berupa mie instant yang diterima oleh tiap-tiap kepala rumah tangga. Pasca gempa, anak-anak mengalami trauma sehingga membutuhkan penanganan trauma yang membantu mereka mengatasi kondisi trauma yang dialami. Selain itu kondisi sanitasi yang mulai memperihatinkan, perilaku membuang sampah sembarangan, bahkan juga buang air besar (BAB) dan kurangnya aktivitas fisik karena rasa takut untuk bermain jauh dari lokasi pengungsian. Mencermati kondisi yang terjadi khususnya di lokasi Pengungsian Puncak Damai, maka Tim PkM mencoba melakukan intervensi bagi mereka bekerjasama dengan Mitra yakni pihak Jemaat GPM Waai. Intervensi yang dilakukan antara lain terkait dengan Gizi Seimbang, karena semua pemasalahan tersebut dapat dilakukan intervensi dengan memperkenalkan gizi seimbang. Jenis intervensi yang dilakukan antara lain(1) penyuluhan untuk membuka wawasan dan pengetahuan anak-anak terkait gizi seimbang walaupun berada di lokasi pengungsian, (2) game edukasi gizi seimbang mencakup game Tumpeng Gizi Seimbang dan Game Lacak Kata Gizi selain untuk meningkatkan pengetahuan, game ini juga membantu mengatasi masalah trauma anak-anak, (3) pemberian makanan tambahan yang kaya gizi. Hasil yang dipeoleh, setelah diberikan penyuluhan dan game edukasi gizi terjadi peningkatan pengetahuan anak-anak 85% meningkat (hasil post test), permasalahan trauma anak dapat tertangani lewat hame yang dimainkan dan perbaikan atau pemulihan gizi anak melalui makanan tambahan yang diberikan. Luaran kegiatan ini telah dipublikasikan pada https://terasmaluku.com/tag/griennasty-siahaya/dan video yang telah di upload di Youtube https://www.youtube.com/watch?v=ppqy_6UrE0YReferences
Renstra Jemaat GPM Waai, 20018
Info Bencana Alam. Akses 17 November 2019.http://m.facebook.com/groups/238210496579828?view=permalink&id=9086 07982873406
Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. 2018, Laporan cakupan Pelayanan Pengukuran TB/U (Stunting).
Mitra. 2015. Permasalahan Anak Pendek (Stunting) dan Intervensi untuk Mencegah TerjadinyaStunting (Suatu Kajian Kepustakaan). LPPM STIKes Hang Tuah Pekanbaru. Jurnal Kesehatan Komunitas, Vol 2, No. 6, Mei 2015.254-261
Kementerian Kesehatan RI. 2015. Pedoman GiziSeimbang.
Kementerian Kesehatan. 2018. Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Pusat Data dan Informasi Kesehatan. Buletin Jendela dan Informasi Kesehatan. ISNN 2088- 270x.Jakarta
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2010. Program prioritas tahun 2010-2014 dan capaian program 100 hari. Jakarta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Authors who publish in this journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).