PKM PENGARUSUTAMAAN LITERASI INFORMASI KEBENCANAAN KE DALAM PEMBELAJARAN SEKOLAH DASAR DI SD KRISTEN REHOBOT KUPANG TENGAH, DESA OEBELO, KEC. KUPANG TENGAH, KABUPATEN KUPANG, NTT

Authors

  • Petrus Ana Andung Universitas Nusa Cendana
  • Leonard Lobo Universitas Nusa Cendana
  • Silvania Mandaru Universitas Nusa Cendana

DOI:

https://doi.org/10.69765/mjppm.v1i2.511

Keywords:

PKM, Literasi Informasi, Komunikasi Kebencanaan, SD Rehobot Kupang Tengah.

Abstract

Hasil identifikasi masalah dan analisa situasi di Desa Oebelo, Kabupaten Kupang, NTT ditemukan bahwa ancaman bencana alam seperti banjir, dan angin puting beliung cukup serius terutama bagi para siswa SD Kristen Rehobot. Berdasarkan hasil assessment, SD Kristen Rehobot Kupang Tengah selalu dilanda bencana angin puting beliung setiap tahun. Kejadiannya terjadi pada siang hari pada jam-jam sekolah. Berdasarkan analisis situasi ditemukan belum pernah dilakukan upaya apapun untuk mengurangi risiko bencana baik banjir maupun angin puting beliung. Bahkan para guru juga mengaku, tidak memiliki kapasitas bagaimana melakukan tindakan penyelamatan diri dan juga ke anak-anak bila terjadi bencana. Sementara itu, anak-anak di sekolah belum pernah diajarkan tentang bagaimana melakukan upaya penyelamatan diri bila dalam kondisi bencana baik melalui materi di dalam kelas maupun luar kelas. Dengan demikian, permasalahan mitra terbagi atas dua bidang masalah yakni masalah keterbatasan literasi informasi (komunikasi) kebencanaan dan masalah ketiadaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengintegrasikan isu/topik pengurangan risiko bencana. Berdasarkan persoalan tersebut, maka dilakukan program PKM. Bentuk-bentuk kegiatan yang telah dilakukan antara lain (1) kampanye informasi penyadaran kepada para guru tentang pentingnya pengarus-utamaan literasi informasi kebencanaan dalam pembelajaran di sekolah baik di dalam kelas maupun di luar kelas melalui kegiatan ektrakurikuler atau ekskul. (2) penguatan kapasitas para guru SD melalui pelatihan tentang komunikasi kebencanaan. Hasil nyata dari kampanye informasi dan pelatihan ini, para guru mengalami peningkatan pemahaman mengenai upaya Pengurangan Risiko Bencana berbasis sekolah. Hal ini diindikasikan oleh adanya peningkatan pengetahuan guru berdasarkan hasil perbandingan antara pre-test dan post-test.  (3). Workshop pembahasan RPP Mata Pelajaran IPA dan Mulok untuk mengintegrasikan Literasi Informasi Kebencanaan. Inti kegiatan ini melakukan pembahasan secara teknis akan bagaimana mengintegrasikan pengetahuan dan informasi kebencanaan dalam RPP pada mata pelajaran IPA dan Mulok di SD Rehobot Kupang Tengah. Hasilnya, para guru berhasil mengintegrasikan materi kebencanaan ke dalam RPP.

References

Rysnawati, N.M., Sukarasa, I.K., & Paramarta, I.B.A. 2017. Analisa Tingkat Bahaya Dan Kerentanan Bencana Gempa Bumi Di Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Buletin Fisika Vol 18(1): 32 – 37.

Sigiranus Marutho Bere, 2015, NTT Jadi Supermarket Bencana Alam, Kompas, Url: https://regional.kompas.com/read/2015/01/21/05300001/NTT.Jadi.Supermarket.Bencana.Alam.di.Indonesia; diakses pada 30/08/2019 Pukul 09.47 Wita.

Silvia Fanggidae, 2018, Provinsi NTT Memiliki 11 Risiko Bencana. Jumlah Korbannya Mencengangkan, Pos-Kupang, Url: https://kupang.tribunnews.com/2018/05/29/provinsi-ntt-memiliki-11-risiko-bencana-jumlah-korbannya-mencengangkan; diakses pada 30/08/2019 Pukul 09.49 Wita.

Asqolani, 2018. Laporan Workshop Indikator Ketangguhan Daerah Kabupaten Kupang – Provinsi NTT.

PMPB., 2014. Analisis Risiko Bencana Desa Pukdale, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kupang: Laporan.

Priyowidodo, G. dan Luik, J.E. 2013. Literasi Mitigasi Bencana Tsunami Untuk Masyarakat Pesisir Di Kabupaten Pacitan Jawa Timur. Jurnal EKOTRANS. 13 (1): 47-61.

Peraturan Pemerintah (PP) No. 64 tahun 2010 tentang Mitigasi Bencana Di Wilayah Pesisir Dan Pulau Pulau Kecil.

Downloads

Published

2022-09-07

Issue

Section

Articles