PEMBERDAYAAN KOMUNITAS PEMULUNG MELALUI BANK SAMPAH GUNA MENGHASILKAN PRODUK BERNILAI EKONOMIS DI DESA NANIA KECAMATAN TELUK AMBON BAGUALA

Authors

  • Amelia Tahitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia Maluku
  • Samson Laurens Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia Maluku
  • Alex R Tutuhatunewa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kristen Indonesia Maluku

DOI:

https://doi.org/10.69765/mjppm.v2i2.687

Keywords:

Pemberdayaan, Komunitas Pemulung, Bank Sampah, Nania

Abstract

Kegiatan pengabdian di desa Nania Kecamatan Teluk Ambon Baguala, Kota Ambon, dilakukan berdasarkan permasalahan mitra yakni kurangnya pengetahuan atau pemahaman komunitas pemulug/mitra tentang keterampilan/skiil berupa jenis-jenis sampah plastik yang dapat diolah menjadi produk atau barang bernilai ekonomis, hal ini disebabkan karena terbatasnya pengetahuan atau sumber daya komunitas pemulung. Pengetahuan atau pemahaman terhadap ketrampilan/skill kelompok mitra dapat diupayakan melalui penyuluhan dan pelatihan, melalui pendampingan memberikan teori dan praktek (keterampilan/skill) yang diberikan kepada komunitas pemulung sebagai kelompok mitra. Mengingat dalam pengelolaan sumber-sumber pendapatan kelompok mitra (pemulung) belum terpikirkan tentang pengelolaan dimaksud. Hal ini penting karena jika pengelolaan dilakukan secara baik akan menambah pendapatan kelompok mitra. Selama ini kelompok mitra hanya melakukan dengan pendekatan kumpul, angkut dan dijual buat penada/tengkulak. Padahal kehadiran bank sampah yang memiliki fungsi untuk membantu melalui pemilahan-pengumpilan-pengangkutan-pengelolaan-pemrosesan. Hal ini merupakan aset atau sumber pendapatan juga bagi komunitas pemulung dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga, yakni pengetahuan dan pemahaman komunitas pemulung yang masih rendah, tentang pembuatan keterampilan dari sampah plastik yang dipungut untuk dijadikan produk ekonomis. Adapun target kegiatan yaitu memberikan kontribusi positif pada komunitas pemulung dalam memahami tentang jenis-jenis barang bekas (sampah plastik), yang di olah menjadi produk yang bernilai ekonomis. Metode kegiatan yang digunakan dalam pengabdian ini adalah metode ceramah, diskusi dan tanya jawab, yang dilakukan atau dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan dan pendampingan. Penyuluhan dilakukan kepada sasaran kegiatan pengabdian yaitu komunitas pemulung dan perangkat pemerintah desa. Setelah mengikuti penyuluhan, komunitas pemulung dapat memahami pentingnya jenis-jenis barang bekas (sampah plastik), yang diolah menjadi produk ekonomis. Selanjutnya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM), didukung oleh pendamping atau fasilitator untuk memberikan keterampilan/skill, yang didalamnya dilakukan perencanaan serta penataan jenis-jenis sampah plastik yang masih diolah menjadi produk ekonomis dalam rangka meningkatkan pendapatan komunitas pemulung. Diharapkan teori yang sudah ditransfer dapat diterapkan sehingga terwujud apa yang menjadi manfaat bagi keterampilan/skill komunitas pemulung setempat. Gambaran Iptek yang dihasilkan dalam PkM ini adalah jenis-jenis sampah plastik, yang didaur ulang menjadi produk bernilai ekonomi yakni, bunga plastik, kursi dan meja dari botol aqua.

References

BPS (Badan Pusat Statistik), 1999, Penduduk Miskin (Poor Population), Berita Resmi Statistik Penduduk Miskin, No.04/Th.II/9, July, Jakarta: CBS.

BPS (Badan Pusat Statistik Maluku), 2014, dan BPS Kota Ambon 2013.

Girsang Wardis, 2011, Kemiskinan Multidimensional Di Pulau-Pulau Kecil, Badan Penerbit Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, Cetakan Pertama.

Sumardi, Mulyanto & Hans-Dieter Evers, 1995 (ed), Kemiskinan dan Kebutuhan Pokok, Rajawali, (cet.ke-2) Jakarta.

Sumodiningrat, Gunawan, 2009, Mewujudkan Kesejahteraan Bangsa: Menanggulangi Kemiskinan dengan Prinsip Pemberdayaan Masyarakat, Kompas Gramedia, Jakarta.

Taufiq Ahmad, et.al, 2010, Upaya Penanggulangan Kemiskinan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat Lokal (Belajar dari Pelaksanaan Program Penanggulangan Kemiskinan Perkotaan di Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak), Politika, Jurnal Ilmu Politik, Volume I Nomor 1, April 2010. Hal. 75-88.

Sjafari Agus, 2014, Kemiskinan dan Pemberdayaan Kelompok, Graha Ilmu, Yogyakarta.

Sunyoto Usman, 2010, Pembangunan & Pemberdayaan Masyarakat, Pustaka Belajar, Yogyakarta.

Ricardo F. Nanuru, 2017, GEREJA DI JALAN KEADILAN: Fungsi Sosial Gereja Menghadapi Masalah Kemiskinan dan Ketimpangan Komunikasi di Bibir Pasifik. https://doi.org/10.31219/osf.io/3xdwp

Ricardo Freedom Nanuru, Arkipus Djurubasa, 2019, Poverty According to Congregants of Evangelical Christian Church in Halmahera for South Morotai Service Area, International Conference on Religion and Public Civilization (ICRPC 2018), Atlantis Press. p. 204-208.

Downloads

Published

2021-09-30

Issue

Section

Articles