PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DI DESA AMAHUSU DALAM MENDETEKSI RISIKO KANKER SERVIKS
DOI:
https://doi.org/10.69765/mjppm.v3i2.891Keywords:
Deteksi dini, Kader kesehatan, Kanker serviks, SINARAAbstract
Kejadian kanker serviks masih tinggi, ironisnya kesadaran untuk melakukan deteksi dini masih rendah. Padahal, salah satu metode deteksi dini kanker serviks yaitu inspeksi visual melalui asam asetat (IVA) dapat dijangkau di layanan kesehatan dasar seperti puskesmas. Demi meningkatkan kesadaran deteksi dini, hadirlah SINARA sebagai instrumen untuk mendeteksi risiko kanker serviks yang dapat dilakukan sendiri oleh wanita usia subur. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan di Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon dengan sasaran mitra Pemerintah Desa Amahusu. Permasalahan yang dihadapi mitra Pemerintah Desa Amahusu, yaitu: 1) rendahnya pengetahuan kader kesehatan tentang program deteksi dini kanker serviks; 2) kurangnya keterlibatan kader kesehatan dalam program deteksi dini kanker serviks. Kegiatan yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan mitra, yaitu: 1) penyuluhan tentang program deteksi dini kanker serviks; 2) pelatihan pengisian instrumen SINARA kepada kader. Penyuluhan dan pelatihan telah dilakukan kepada mitra. Penyuluhan dilakukan oleh narasumber yang mumpuni di bidangnya, juga merupakan tim, untuk meningkatkan pemahaman tentang deteksi dini kanker serviks. Pelatihan dilakukan oleh tim untuk pengenalan dan keterampilan penggunaan instrumen. Sebelum dan sesudah proses penyuluhan dan pelatihan, dilakukan tes untuk mengukur pemahaman kader selama kegiatan. Evaluasi terhadap hasil pre-test dan post-test menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 97,25% pada hasil post-test semua kader kesehatan. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan bahwa seluruh kader kesehatan (100%) mengalami peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini kanker serviks. Pelatihan pengisian instrumen dilakukan setelah penyuluhan dan didapatkan bahwa semua kader (100%) memiliki kemampuan baik dalam mengisi instrumen SINARA.References
Kementerian Kesehatan RI. (2015). Situasi Penyakit Kanker. Retrieved from https://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-kanker.pdf
Madiuw, D., Hermayanti, Y., & Solehati, T. (2021). Indonesian self-risk assessment for cervical cancer (SiNara): Instrument development and validation. Nurse Media Journal of Nursing, 11(2), 219–232. https://doi.org/10.14710/NMJN.V11I2.34199
Mustafa, R. A., Santesso, N., Khatib, R., Mustafa, A. A., Wiercioch, W., Kehar, R., … Schünemann, H. J. (2015). Systematic reviews and meta-analyses of the accuracy of HPV tests , visual inspection with acetic acid , cytology , and colposcopy. International Journal
of Gynecology and Obstetrics, 132(3), 259–265. https://doi.org/10.1016/j.ijgo.2015.07.024
Pemerintah Desa Amahusu. (2020). Profil Desa Amahusu.
Sankaranarayanan, R., Esmy, P. O., Rajkumar, R., Muwonge, R., Swaminathan, R., Shanthakumari, S., … Cherian, J. (2007). Effect of visual screening on cervical cancer incidence and mortality in Tamil Nadu, India : a cluster-randomised trial. The Lancet, 370(9585), 398–406.
Susanto, F., Claramita, M., & Handayani, S. (2017). Peran kader posyandu dalam memberdayakan masyarakat Bintan. Berita Kedokteran Masyarakat, 33(1), 33–42.
Published
Issue
Section
License
Authors who publish in this journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).