Hubungan Pengetahuan dan Motivasi Terhadap Kepatuhan Hand hygiene five moments di Rumah Sakit KH. Daud Arif
DOI:
https://doi.org/10.54639/mhj.v7i1.1516Abstract
Hand hygiene five momentsmerupakan langkah penting dalam mencegah infeksi Health care-Associated Infections (HAIs) yakni jenis infeksi yang paling sering ditemukan pada pasien yang di rawat inap. Oleh karena itu perawat sebagai tenaga keseahatan yang paling sering kontak dengan pasien harus patuh melakukan Hand hygiene five moments five moments. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi perawat terhadap kepatuhan melakuan hand hygiene five moments five moments. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dilakukan di RS. KH. Daud Arif dengan total sampling yakni 50 responden. Hasil penelitian berdasarkan uji chi-square, diketahui ada hubungan signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan perawat melakukan Hand hygiene five momentsdi RS. KH. Daud Arif Tahun 2024 (P-value 0,000), dan ada hubungan signifikan antara motivasi perawat dengan kepatuhan perawat melakukan Hand hygiene five momentsdi RS. KH. Daud Arif Tahun 2024 (P-value 0,000). Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya HAIs
perlu dilakukan peningkatan pengetahuan dan motivasi perawat melakukan hand hygiene five moments.
Kata kunci: hand hygiene five moments five moments; kepatuhan, motivasi; pengetahuan
References
Iriani, R. Hubungan Pendidikan, Pengetahuan, Dan Masa Kerja Dengan Tingkat Kepatuhan Perawat Dalam Penggunaan APD Di RS Harum Sisma Medika Tahun 2019. Jurnal Persada Husada Indonesia; 2019. Vol. 6(2). http://jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 27 tahun 2019 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelyanan Kesehatan. Jakarta; 2019.
Anugrahwati, R, dan Hakim, N. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan perawat dalam melakukan hand hygiene feve moments di RS Hermina Jatinegara. Jurnal Ilmiah Keperawatan Altruistik; 2019. Vol 2(1).
Sari, TM, dan Hastuti, SKW. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam pelaksanaan hand hygiene di ruang rawat inap RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Universitas Ahmad Dahlan; 2019.
Angelia Pondaa, Semuel S. Kumajas, Y. I. U. Pencegahan Infeksi Nosokomial Dengan Kepatuhan Perawat Dalam Mencuci Tangan Di Irina Ci Dan C2 Pendahuluan Kebijakan pencegahan infeksi nosokomial telah dikeluarkan oleh pemerintah Republik Indonesia untuk diterapkan di Rumah Sakit dan fasilitas kesehatan. 2019. 7, 10–16.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia (DEPKES RI). Angka Kejadian Infeksi Nasokomial. Riskesadas 2022.
Octaviani, E, Fausi, R. Analisis faktor yang berhubungan dengan kepatuhan mencuci tangan pada tenaga kesehatan di RS Hermina Galaxi Bekasi. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan; 2020. Vol 16(1).
Notoatmodjo, Soekidjo. 2019. Pendidikan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Rinawati, S. Hubungan motivasi perawat dengan kepatuhan pemakaian alat pelkindung diri saat melakukan kemoterapi diruang rawat inap Rumah Sakit Darmo Surabaya. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Surabaya; 2021.
Nurrahmani, Asriwati, dan Hadi AJ. Kepatuhan perawat dalam melakukan hand hygiene sebelum dan sesudah melakukan tindakan di Ruang Inap Rumah Sakit Cut Meutia Langsa Aceh. Promotive: Journal of Publiv Health; 2019.
Gea IGY, Fitriani AD, Theo D. Faktor kepatuhan perawat dalam penerapan hand hygiene di Instalasi Rawat Inap RSUD Gunung Sitoli. Jurnal Kesehatan Global. 2018. Vol 1(3), P. 102
Sinaga ADP, Lousiana M, dan Simbolon AR. Hubungan Pengetahuan, Motivasi Dan Beban Kerja Dengan Praktik Perawat Kewaspadaan Universal: Cuci Tangan Bersih. Carolus Journal of Nursing; 2022. Vol 4(2)
Wahyuni dan Kurniawidjaja, LM. Kepatuhan perilaku cuci tangan tenaga kesehatan pada masa pandemic covid-19: A systematic review. PREPOTIF Jurnal Kesehatan Masyarkat; 2020. Vol 6(1).
Utami, DM. Hubungan motivasi dengan penerapan hand hygiene perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit AMC Cileunyi Kabupaten Bandung. STIKES Bhakti Kencana; 2018.
Mulyati, Hilda, dan Arsyawina. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam melakukan hand hygiene di RSD DR. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor. Jurnal SAINTEKES; 2023. Vol 2(3). p. 366 – 375. doi.org/10.55681/saintekes.v2i3.130
Emanuela, ESS. Hubungan tingkat pengetahuan dan motivasi perawat dengan kepatuhan fibe moments handy hygiene di ruang IGD, ICU, HD dan rawat inap Rumah Sakit Rotal Prima Surbaya. STIKES Hang Tuah Surabaya; 2019.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Hak cipta
Penulis memegang hak cipta dan memberikan Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ) hak penerbitan pertama dengan karya yang dilisensikan secara simultan di bawah Atribusi Internasional 4.0 (CC BY 4.0) yang memungkinkan orang lain untuk mencampur, mengadaptasi, dan mengembangkan karya tersebut dengan pengakuan atas kepengarangan karya dan publikasi awal di Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ).
Penulis diperkenankan untuk menyalin dan mendistribusikan ulang versi jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan mencantumkan pengakuan penerbitan awal di Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ)
Lisensi
Artikel yang diterbitkan dalam Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ) dilisensikan di bawah lisensi Atribusi 4.0 Internasional (CC BY 4.0). Anda bebas untuk:
Bagikan, salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun.
Beradaptasi, mencampur, mengubah, dan mengembangkan materi tersebut untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
Lisensi ini dapat diterima untuk Karya Budaya Bebas. Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mematuhi ketentuan lisensi. Berdasarkan ketentuan berikut:
Atribusi: Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai, menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
Tidak ada batasan tambahan: Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.