FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN TB PARU DEWASA PADA PENDERITA RAWAT JALAN RSUD TULEHU

Authors

  • Syulce Luselya Tubalawony
  • Sinthia Rosanti Maelissa

DOI:

https://doi.org/10.54639/mhj.v1i3.262

Abstract

ABSTRAK

 

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang disebabkan oleh Bakteri Tahan Asam (BTA) Mycobacterium tuberculosa. TB adalah salah satu masalah kesehatan global utama dengan tingkat kejadian 9 juta kasus per tahun di seluruh dunia. Tuberkulosis paru juga merupakan penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan di RSUD Tulehu. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan kasus setiap tahun, Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru dewasa pada penderita rawat jalan di RSUD Tulehu. Jenis penelitian ini adalah jenis analitik obsevasional dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah 72 pasien dewasa rawat jalan RSUD Tulehu. Dan sampelnya di ambil dengan menggunakan metode total sampling yang terdiri dari 36 penderita TB paru dewasa dan 36 bukan penderita TB paru dewasa sebagai pembanding. Pengumpulan data meliputi data primer melalui wawancara menggunakan kuesioner, dan pengukuran. Hasil penelitian ada hubungan signifikan antara pengetahuan dan status gizi dengan kejadian TB paru dewasa. Serta tidak ada hubungan antara pekerjaan dan merokok dengan kejadian TB paru dewasa. Disarankan agar Dinas Kesehatan Provinsi Maluku dan RSUD Tulehu khususnya perlu meningkatkan penyuluhan tentang TB paru dan penyuluhan tentang asupan gizi yang baik, agar pengetahuan masyarakat tentang TB paru pada meningkat dan status gizi masyarakat juga baik.

 

Kata kunci: Tuberkulosis Paru, Pengetahuan, Pekerjaan, Merokok, Status Gizi

 

ABSTRACT

 

Tuberculosis (TB) is a disease caused by Mycobacterium tuberculosa (BTA) Acid Resistant. TB is one of the major global health problems with an incidence rate of 9 million cases per year worldwide. Pulmonary tuberculosis is also an infectious disease which is a health problem in Tulehu District Hospital. This is evidenced by the increase in cases each year. The aim of the study was to determine the factors associated with the incidence of adult pulmonary TB in outpatients in Tulehu District Hospital. This type of research is obsevasional analytic type using cross sectional design. The study population was 72 adult outpatients at Tulehu District Hospital. And the sample was taken using a total sampling method consisting of 36 adult pulmonary TB patients and 36 non-adult pulmonary TB patients as a comparison. Data collection includes primary data through interviews using questionnaires, and measurements. The results of the study have a significant relationship between knowledge and nutritional status with the incidence of adult pulmonary TB. And there is no relationship between work and smoking with the incidence of adult pulmonary TB. It is recommended that the Maluku Provincial Health Office and Tulehu District Hospital in particular need to increase education on pulmonary TB and counseling on good nutrition, so that community knowledge about pulmonary TB increases and the nutritional status of the community is also good.

 

Keywords: Lung Tuberculosis, Knowledge, Work, Smoking, Nutritional Status

 

References

REFERENSI

Amelia, A., 2009. Gambaran Perilaku Merokok Pada Remaja Laki-Laki. Universitas sumatera utara: medan

Atif, M., Dkk, 2012. Tracing contacts of TB patients in Malaysia: costs andpracticality. A Springer Open Journal.

Dinas Kesehatan Provinsi Maluku 2013. 2013. Maluku

Ernawati, K., Ramdhagama, N. R., Ayu, L. A. P., Wilianto, M., Dwianti, V. T. H., & Alawiyah, S. A. (2018). Perbedaan Status Gizi Penderita Tuberkulosis Paru antara Sebelum Pengobatan dan Saat Pengobatan Fase Lanjutan di Johar Baru, Jakarta Pusat. Majalah Kedokteran Bandung, 50(2), 74–78. https://doi.org/10.15395/mkb.v50n2.1292

Ernawati, K., Susila Duarsa, A. B., Wulansari, R., & Zamzami, L. (2017). Hubungan Merokok Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Provinsi Sulawesi Utara Berdasarkan Data Riskesdas Tahun 2010 Smoking Relationship With Pulmonary Tuberculosis Incidence in North Sulawesi Province Based on 2010 Riskesdas Data. Jurnal Kedokteran Yarsi, 25(1), 33–040.

Nurjana, M. A. (2015). Faktor Risiko Terjadinya Tubercolosis Paru Usia Produktif (15-49 Tahun) di Indonesia. Media Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, 25(3), 163–170.

Puspita E, Christianto E, Yovi I. Gambaran status gizi pada pasien tuberkulosis paru (TB paru) yang menjalani rawat jalan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. JOM. 2016;3(2):1–16.

Rekam Medik Rumah Sakit Umum Daerah Tulehu 2019, Ambon: RSUD Tulehu, 2019

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Jakarta: Badan Litbangkes, Depkes RI, 2018

Sasilia. 2013. Faktor-Faktor Risiko Penularan TB Paru Pada Keluarga Yang Tinggal Serumah Di Kabupaten Aceh Timur. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara: Medan

Setiadi, D., & Adi, M. S. (2019). Pengetahuan, Praktik Pencegahan Dan Kondisi Rumah Pada Kontak Serumah Dengan Penderita Tb Paru Di Kabupaten Demak. Kesehatan Masyarakat, 18(1), 36–45.

Setiarni, S. M., Sutomo, A. H., & Hariyono, W. (2013). Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan, Status Ekonomi Dan Kebiasaan Merokok Dengan Kejadian Tuberkulosis Paru Pada Orang Dewasa Di Wilayah Kerja Puskesmas Tuan-Tuan Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health), 5(3). https://doi.org/10.12928/kesmas.v5i3.1072

Widoyono., 2011. Penyakit Tropis Epidemologi, Penularan, Pencegahan & Pemberantasannya Edisi Kedua. Semarang: Erlangga

World Heart Federation. (2018). Strategi 2018-2020 Because Every Heartbeat Matters, 1–8

Downloads

Published

2019-12-14

Issue

Section

Original Research Articles