PERAN PERAWAT SEBAGAI PENGHUBUNG INFORMASI OBAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RSUD dr M HAULUSSY AMBON
DOI:
https://doi.org/10.54639/mhj.v1i3.264Abstract
Â
ABSTRAK
Â
Peran utama perawat sebagai advocate adalah sebagai penghubung atau mediator antara pasien dengan tim kesehatan lain dalam upaya pemenuhan kebutuhan pasien dalam mengetahui informasi obat,sehingga kepuasan pasien dapat terpenuhi.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran perawat sebagai penghubung informasi obat dengan kepuasan pasien di RSUD dr M Haulussy Ambon. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan â€cross sectionalâ€. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di Rumah Sakit Umum Daerah dr Haulussy Ambon. Jumlah sampel ditentukan sebanyak 50 orang dengan tehnik pengambilan sampel Consecutive sampling. Pengumpulan datadilakukan dengan menggunakan kuesioner.Analisis data menggunakan uji-chisquar.
Hasil analisadata menggunakan uji chi square diperoleh nilai signifikan sebesar 0.000. Karena nilai signifikansi <0,05sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara peran perawat sebagai penghubung informasi obat dengan kepuasan pasien.Dari 35 responden yang menilai peran perawat sebagai penghubung informasi obat dalam kategori kurang mendukung, terdapat 29 responden (82,85%) menyatakan kurang puas dan 6 responden (17,15%) menyatakan puas. Dari 15 responden yang menilai peran perawat sebagai penghubung informasi obatdalam kategori mendukung,makasebanyak 9responden (60,00%) merasa puas dan sebanyak 6 responden (40.00%) menyatakan kurang puas. Kesimpulan adalah penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi perawat di RSUD dr M Haulussy Ambon agar dapat meningkatkan perannya sebagai mediator atau penghubung sehingga dapat memberikan informasi obat kepada pasien, sehingga kepuasan pasien dapat terpenuhi.Â
.
Kata kunci: peran perawat, penghubung informasi obat, kepuasan pasien
Â
ABSTRACT
The main role of nurse as advocates is as a liaison or mediator between patients and other health teams in an effort to meet the needs of patient in knowing drug information, so that patient satisfaction can fulfilled. The general purpose of this study is to determine the relationship of the role of nurses as a liaison for drug information with patient’s satisfaction in RSUD Dr. M Haulussy Ambon.This type of research is descriptive with a “cross sectional†approach. The population in this study are all of patient’s in the internal in patient room of RSUD of Haulussy Ambon.The number of samples is determined by 50 people with the consecutive sampling technique. Data collection is done using a questionnaire. Data analysis using the chi-square test.
The results of data analysis using the chi-square test obtain a significant value of 0,000. Because the significance value Is < 0,05 so it can be concluded that there is a significant relationship between the role of nurses as a link to drug information and patent’s satisfaction. And 35 respondenst who assesses the nurse’s role as a drug information link in the less support category, there are 29 respondents (82,85%) who said theydo not feel satisfied and 6 respondents (17,15%) expresses satisfaction.The 15 respondents who assesses the role of nurses as liaison for drug information in the support category,the nasmany as 9 respondents (60%) satisfiedand there are 6 respondents (40%) stated that they do not feel satisfied. The conclusion is that this research is expected to be useful for nurses in RSUD dr
M HaulussyAmbon in order to increase their role as a mediator or liaison so they can provide drug information to patient, so that patient satisfaction can
befuldilled.
Â
Keywords : the role of nurses, the liaison for drug information, patient’s satisfaction
References
DAFTAR PUSTAKA
Nursalam. (2014). Manajemen Keperawatan: Aplikasi Dalam Praktik Keperawatan Profesional. Jakarta:SalembaMedika
Etty Nurul Afidah, Madya Sulisno. (2014). Gambaran pelaksnaan Peran Advokat di Rumah Sakit Negeri di Kabupaten Semarang. Volume 1. No, 2. November 2013. Hal 124-130
Depy Oktapian Akbar, Nurul Mardiati, Siti Muslimah,dan Rida Husni. (2018). Gambaean Tingkat kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Informasi Obat do Peskesmas Karang Intan 2 Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banka. Skripsi. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Borneo Lestari Banjarbaru
Menteri kesehatan republic Indonesia No 129 tahun 2008,tentang standarpelayanan minimal rumah sakit, Jakarta: kementerian kesehatan
Jayanti D. (2016). Pengaruh Pemberian Informed Concent terhadapTingkat Kepuasan Pasien Pre-Operasi Fraktur di Ruang Mawar RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Skripsi. STIKES Kusuma Husada
Santy dara krisnawati, adityafrida yanti, laoderijai, (2016). Analisis dan hubungan kualitas pelayanan informasi obat dengan kepuasan pasien di rumah sakit islam samarinda. Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman.Samarinda
Downloads
Published
Issue
Section
License
Hak cipta
Penulis memegang hak cipta dan memberikan Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ) hak penerbitan pertama dengan karya yang dilisensikan secara simultan di bawah Atribusi Internasional 4.0 (CC BY 4.0) yang memungkinkan orang lain untuk mencampur, mengadaptasi, dan mengembangkan karya tersebut dengan pengakuan atas kepengarangan karya dan publikasi awal di Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ).
Penulis diperkenankan untuk menyalin dan mendistribusikan ulang versi jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan mencantumkan pengakuan penerbitan awal di Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ)
Lisensi
Artikel yang diterbitkan dalam Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ) dilisensikan di bawah lisensi Atribusi 4.0 Internasional (CC BY 4.0). Anda bebas untuk:
Bagikan, salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun.
Beradaptasi, mencampur, mengubah, dan mengembangkan materi tersebut untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
Lisensi ini dapat diterima untuk Karya Budaya Bebas. Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mematuhi ketentuan lisensi. Berdasarkan ketentuan berikut:
Atribusi: Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai, menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
Tidak ada batasan tambahan: Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.