Rekonstruksi Teologi Belas Kasih sebagai Dasar Pelayanan Pastoral bagi Penderita HIV/AIDS

Authors

  • Vinenza Bastian

Abstract

The purpose of this paper is to provide teaching for every person in understanding the actions of Jesus who, with humility, showed His love to all people without exception, especially to a person suffering from leprosy (Mark 1: 40-45). Jesus came and approached the leper without regard to the purity laws that were in effect at that time. The exclusion experienced by lepers in the past is also felt today by those suffering from HIV/AIDS, a dangerous disease that is difficult to cure. People living with  HIV/AIDS are often marginalized or avoided by society and even by those closest to them. Through the actions of Jesus, believers are taught to love one another and to open themselves to accept others in any condition.

Keywords: Jesus; HIV/AIDS; suffering; exclusion; love

 

Abstrak

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan pengajaran kepada setiap manusia dalam melihat tindakan Yesus yang dengan kerendahan hati memberikan kasih-Nya kepada semua orang tanpa terkecuali, khususnya kepada seorang yang menderita sakit kusta (Markus 1: 40-45). Yesus hadir dan mendekati penderita sakit kusta itu tanpa mempedulikan hukum kesucian yang berlaku pada zaman itu. Pegucilan yang dialami oleh penderita sakit kusta dirasakan pula di zaman sekarang dengan nama penyakit yaitu HIV/AIDS, yang merupakan penyakit berbahaya dan tentu sulit untuk disembuhkan. Para penderita HIV/AIDS ini sering kali dikucilkakan atau dihindari oleh masyarakat atau orang  terdekat. Lewat tindakan Yesus itu memberikan pengajaran bagi orang percaya untuk saling mengasihi dan membuka diri untuk saling menerima dalam kondisi apapun.

 Kata Kunci: Yesus; HIV/AIDS; menderita; pengucilan; kasih

Downloads

Published

2026-03-20

Issue

Section

Articles