KEHADIRAN NEGARA MELALUI KEBIJAKAN OTONOMI KHUSUS DI PAPUA (Studi Kasus Dampak Otsus Pada Ekonomi Orang Asli Papua)
DOI:
https://doi.org/10.38012/jb.v3i2.477Keywords:
Presence of the State, Special Autonomy, Economy of Indigenous Papuans.Abstract
The enactment of Special Autonomy from the Central Government to the Regional
Government of Papua is clear evidence of the presence of the state among indigenous
Papuans to encourage development in the regions in the social economy. However,
problems arise in the management of the special autonomy funds that are not yet optimal,
the existence of corruption, collusion and nepotism, irregularities in regulations, and
inadequate services. This article examines the impact of the presence of the state through
special autonomy among indigenous Papuans in the economic field. The approach used
in this research is qualitative using the case study method. Data collection techniques in
the form of interviews, observation, and documentation study. The study found that the
governance of the Special Autonomy Fund has not been on target, indigenous Papuans
are still at the poverty line, empowerment and community assistance programs have not
been optimal, practices of corruption, collusion and nepotism occur, social disparities
occur, and abuse of special autonomy regulations. Thus, the presence of the state in
Papua through the special autonomy policy must be re-evaluated. The state must ensure
that at the end of the special autonomy era, there should not be any indigenous Papuans
who are only spectators so that the aspirations for the welfare of all indigenous Papuans
through special autonomy can be realized.
References
Agung Djojosoekarto, dkk. (2008). Kinerja Otonomi Khusus Papua, Kemitraan Bagi
Pembaruan Tata Pemerintahan di Indonesia. Jakarta: Perpustakaan Nasional.
Baho, Y. (2009). Dampak Dana Otonomi Khusus Terhadap Indeks Pembangunan
Manusia Di Kabupaten Sorong 1996-2007. Disertasi Doktoral, Universitas
Gadjah Mada: Tidak Diterbitkan.
Budi Winarno. (2002). Teori dan Proses Kebijakan Publik. Yogyakarta : Media
Pressindo.
Chauvel, Richard. (2005). Consctructing Papua Nationalism: History, Etnicity and
Adaptation. Washington: East-West Center.
Elisabeth, Adriana. Perdamaian dan Pembangunan Papua Problematika Politik Atau
Ekonomi. Jurnal Penelitian Politik. Vol. 9, No. 1, hlm. 19-31.
Fanggidae, G. Ivan, dkk. (2016). Menelisik Kinerja Governance di Daerah Otonomi
Khusus Papua Barat. NATAPRAJA, Jurnal Kajian Ilmu Administrasi Negara.
Vol. 4, No. 1, hlm. 91-106.
Ismail, Muhamad. (2015). Strategi Pengembangan Ekonomi Rakyat di Provinsi Papua.
Jurnal Bina Praja. Vol. 7, No. 3, hlm. 251-260.
Ismail, Muhamad. (2015). Strategi Pengembangan Ekonomi Rakyat di Provinsi Papua.
Jurnal Bina Praja. Vol. 7, No. 3, hlm. 251-260.
Litaay, Theo. (2009). Tantangan dan Peluang Pembangunan di Papua. Makalah,
unpublished. Diskusi Pusat Studi Kawasan Timur Indonesia. Salatiga: PSKTI
UKSW.
Malatuny, Yakob Godlif. (2020). Percikan Gagasan, Menelaah Problematika
Kontemporer Kewarganegaraan. Yogyakarta: Deepublish.
Media Indonesia Dana Otsus Papua Ngendon di Deposito 18 April 2011.
http//:www.mediaindonesia.com.read2O0482l878226514DanaOtsusPapuaNg
endondiDeposito. Diunduh pada 20 Agustus 2020.
Musa'ad, M.A. (2011). Kontekstualisasi Pelaksanaan Otonomi Khusus di Provinsi
Papua: Perspektif Struktur dan Kewenangan Pemerintahan. Jurnal Kajian:
Menjembatani Teori dan Persoalan Masyarakat dalam Perumusan Kebijakan.
Vol. 16, No, 2. hlm. 357-385.
Muttaqin, Azmi. Otonomi Khusus Papua Sebuah Upaya Merespon Konflik dan Aspirasi
Kemerdekaan Papua. Politika: Jurnal Ilmu Politik. Vol. 4, No. 1, hlm. 5-18.
Rohim, Nur. (2014). Optimalisasi Otonomi Khusus Papua Dalam Peningkatan Kesadaran
Hukum Masyarakat Guna Meredam Konflik dan Kekerasan. Fiat Justisia
Jumal Ilmu Hukum. Vol. 8, No. 1, hlm. 80-100.
Sugandi, Yulia. (2008). Analisis Konflik dan Rekomendasi Kebijakan Mengenai Papua.
Jakarta: Friedrich Ebert Stiftung.
Suharyo. (2018). Otonomi Khusus di Aceh dan Papua di Tengah Fenomena Korupsi,
Suatu Strategi Penindakan Hukum. Jurnal Penelitian Hukum DE JURE. Vol.
, No. 3, hlm. 305-318.
Sumule, Agus. (2006). Hak-hak Rakyat Papua Atas Sumber Daya Alam dan Peranan
Mereka Dalam Perekonomian Modern Dalam Hak-hak Ekonomi, Sosial, dan
Budaya di Papua Barat, dalam Theodor Rathgeber (ed), Hak-hak Ekonomi
Sosial, dan Budaya di Papua Barat. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Suryadi, Karim. (2011). Kompetensi Sosial Masyarakat Majemuk: Modal Sosial untuk
Membangun Karakter Bangsa. Pendidikan Karakter: Nilai Inti Bagi Upaya
Pembinaan Kepribadian Bangsa. Penghargaan dan Penghormatan 70 tahun
Prof. Dr. H. Endang Somantri, M.Ed. Bandung: Widaya Aksara Press.
Suryawan I. Ngurah. (2011). Komin Tipu Komin: Elit Lokal dalam Dinamika Otonomi
Khusus dan Pemekaran Daerah di Papua. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Vol. 15, No. 2, hlm. 140-153.
Timmer, Jaap. (2007). Desentralisasi Salah Kaprah dan Politik Elit di Papua dalam Henk
Schulte Nordholt dan Gerry van Kliken dibantu oleh Ireen Karang-
Hoogenboom (eds), Politik Lokal di Indonesia. Jakarta: Obor dan KITLV.
Todaro, Michael P. dan Smith, Stephen C. (2010). Pembangunan Ekonomi. Edisi
Kesembilan. Jakarta: Erlangga.
Tryatmoko, M. W. (2016). Politik Kebijakan Pengelolaan Dana Otonomi Khusus Papua.
Jurnal Penelitian Politik. Vol. 9, No. 1, hlm. 81-98.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus
Bagi Provinsi Papua.
Waimbo E. Danny dan Yuwoho, Prapto. (2012). Dinamika Masyarakat Papua pada Era
Otonomi Khusus. Kritis, Jurnal Studi Pembangunan Interdisiplin. Vol. 21, No.
, hlm. 20-34.
Yanuarti, S. (2016). Kemiskinan dan Konflik Papua di Tengah Sumber Daya yang
Melimpah. Jurnal Penelitian Politik. Vol. 9, No. 1, hlm. 33-46.
Yoman S. Socratez. (2012). Saya Bukan Bangsa Budak. Jayapura: Cendrawasih Press.
Yudi Latif. (2018). Wasawan Pancasila, Bintang Penuntun Untuk Pembudayaan.
Cetakan ke-1. Misan: Jakarta Selatan
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a ceative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).