SOSIALISASI DAN PRAKTEK UJI KANDUNGAN IODIUM PADA GARAM DI DESA ALLANG KECAMATAN LEIHITU BARAT
DOI:
https://doi.org/10.69765/mjppm.v2i2.1239Keywords:
Sosialisasi, Garam beriodium, Ibu-ibu rumah tanggaAbstract
Sosialisasi manfaat garam beriodium, dampaknya bagi kesehatan dan cara penggunaannya serta uji kadar iodium pada garam di Desa Allang Kecamatan Leihitu Barat dilakukan berdasarkan permasalahan dari kelompok mitra yaitu pengetahuan Ibu-ibu rumah tangga yang masih rendah tentang manfaat garam beriodium bagi kesehatan dan cara penggunaan garam beriodium oleh ibu-ibu rumah tangga masyarakat di Desa Allang Kecamatan Leihitu Barat sehingga berdampak pada perilaku hidup sehat masyarakat Desa Allang Kecamatan Leihitu Barat. Juga kurangnya partisipasi ibu-ibu Desa Allang Kecamatan Leihitu Barat untuk mengikuti kegiatan sosialisasi dari petugas kesehatan sehingga mereka tidak tahu jenis-jenis garam apa saja yang mengandung iodium dan penggunaanya dalam bahan makanan. Tujuan PKM adalah untuk meningkatkan pengetahuan Ibu-ibu tentang manfaat garam beriodium dan dampaknya bila tubuh mengalami kekurangan iodium, cara menggunakannya, dan praktek uji kandungan iodium menggunakan test kit iodium. Metode yang digunakan adalah penyuluhan/sosialisasi dan praktek uji kadar iodium. Metode yang digunakan dapat dijabarkan sebagai berikut: 1) Memberikan penyuluhan tentang manfaat garam beriodim, cara penggunaanya, dan pengaruhnya terhadap kesehatan, 2) praktek uji kadar iodium pada beberapa jenis garam oleh oleh Ibu-ibu rumah tangga agar Ibu-ibu rumah tangga dapat membedakan garam yang mengandung iodium dan yang tidak mengandung iodium. Rencana kegiatan ini dilakukan selama enam bulan. Luaran wajib yang ditargetkan adalah publikasi pada e-journal LPM UKIM, pada media massa cetak lokal online koran Maluku News, Vidio kegiatan telah diupload pada YouTube Sasendi Rehena dan ada peningkatan pengetahuan Ibuibu rumah tangga tentang manfaat garam beriodium bagi kesehatan dan cara penggunaannya.References
Kementerian Kesehatan RI. 2013. Riset kesehatan dasar. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Roy R, Chaturvedi M, Agrawal D, Ali H. Household use of iodized salt in rural area. Journal Fam Med Prim Care. 2016;5(1):77-81.
Rachmawanti LN, Mutalazimah. 2010. Hubungan antara pemilihan dan penyimpangan garam beriodium dengan status iodium pada wanita usia subur di daerah endemik GAKY. J Kesh. 2010;3(2):179-188.
Irawati. T, Hadi. H, Widodo. U. 2011. Tingkat konsumsi garam beriodium dan kaitannya dengan gangguan akibat kekurangan iodium ibu hamil. Jurnal Gizi klinik Indonesia. Vol 8, No 1. Juli 2011: 1-6.
Prawini GAM, Ekawati NK. 2013. Gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu rumah tangga terhadap garam beryodium di Desa Lod tunduh Wilayah Kerja UPT Kesehatan Masyarakat Ubud I Tahun 2013. Comm Health. 2013;1(2):122-130.
Chahyanto. B. A, Nur’aisyah. P.B dan Sasmita. R. 2017. Penggunaan Garam Beriodium Tingkat Rumah Tangga di Kecamatan Sibolga Utara, Kota Sibolga. Media Litbangkes, Vol. 27 No. 2, Juni 2017, 125–132
Sutiah, Galuh Nita Prameswari, Oktia Woro Kasmini Handayani, 2017. Faktor yang Berhubungan Dengan Penggunaan Garam Beriodium Tingkat Rumah Tangga, Jurnal of Health Education JHE 2 (2) (2017).
Rini. H.M, Pramono.D, Nugraheni.A. 2017. Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Konsumsi Garam Beriodium Pada Ibu Rumah Tangga Di Desa gembong Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. Jurnal Kedokteran Diponegoro. Vol 6. No. 2, April 2017.
Rieza Zulfahmi Taftazani, Lina Rismayani, Bedjo Santoso, Tri Wiyatini. 2015. Analisis Program Kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) di Puskesmas Halmahera. Jurnal Kesehatan Gigi. Vol 02, No 1, Juni 2
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish in this journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).