PkM - PENGEMBANGAN DAN PEMASARAN PRODUK KERUPUK SAGU MELALUI NUTRIFIKASI PADA KELOMPOK SAGU SALEMPENG
DOI:
https://doi.org/10.69765/mjppm.v2i1.553Kata Kunci:
kerupuk sagu, kelor, cacing laor, nutrifikasi, startegi pemasaranAbstrak
Kerupuk sagu merupakan salah satu produk hasil pengolahan tanaman sagu oleh kelompok mitra Yayasan Sagu Salempeng dalam meningkatkan kondisi ekonomi anggota kelompok. Dalam pengembangan usaha tersebut, ada beberapa permasalahan yang dialami oleh mitra, antara lain : 1) Belum pernah dilakukan Nutrifikasi/subsitusi untuk memperkaya kandungan gizi kerupuk sagu, dikarenakan belum pernah diberikan penyuluhan dan pelatihan terkait nutrifikasi produk; 2) Belum pernah dilakukan pengujian kandungan gizi kerupuk sagu; 3) Belum ada ijin usaha PIRT; 4) Kerupuk sagu kurang laku dipasaran.  Solusi yang dilakukan dalam menjawab permasalah mitra antara lain dilakukan penyuluhan tentang diversifikasi pangan dalam pengolahan sagu dengan penerapan nutrifikasi (subsitusi) pangan lokal (tepung daun kelor dan cacing laor), penyuluhan strategi pemasaran, pelatihan pembuatan kerupuk sagu, pengujian kandungan gizi, pengajuan ijin PIRT, dan pemasaran secara online dan dijual di toko/swalayan. Hasil yang didapat dari intervensi yang diberikan untuk kegiatan penyuluhan didapati terjadi peningkatan pengetahuan anggota mitra yang dinilai hasil pre test dan post test. Hasil monitoring evaluasi, anggota mitra sudah mampu memproduksi kerupuk sagu sampai dengan proses pengmasan dan pemasaran yang berimbas baik dalam peningkatan omset. Hasil pengujian kandungan gizi yang dikelurakan oleh Baristand Industri Kota Ambon didapati kerupuk salor (sagu kelor dan laor) kaya akan kandungan gizi karbohidrat, protein, kalsium dan zat besi. Sedangakan dalam pemasaran, permintaan konsumen banyak melalui media online. Akhir dari kegiatan PkM ini, Tim PkM menyerahkan sertifikat ijin PIRT kepada mitra Yayasan Sagu Salempeng. Semoga kelompok masyarakat (mitra sagu salempeng) bisa berkembang mengembangkan produk kerupuk sagu menuju usaha yang produktif.
Referensi
Yayasan Sagu Salempeng-Ambon. Project Profil PEKA Orang Maluku. 2018. Peace building and Economic Empowering for Marginalized People in Maluku.
Siahaya, G.C., 2019. Analisis Kandungan Gizi dan Uji Organoleptik Kerupuk Berbahan Dasar Tepung Sagu(Metroxylon sp) dan Substitusi Tepung Cacing Laor (Polychaeta). Fakultas Kesehatan. UKIM.
Badan POM, 2019). Badan POM. 2019. Apa perbedaan antara Kerupuk dengan Keripik. Direktorat Standarisasi pangan Olahan. Badan POM. www.standarpangan.pom.go.id
Assagaf, M., C. Sugihono, Y. Saleh, dan A.N. Susanto., 2016. Model Agroindustri – Tepung SAgu (Metroxylon sp) Mendukung Kemandirian Pangan di Maluku Utara. BPTP Maluku Utara
Siahaya, G.C., S. Titaley, Z. Rehena. 2021. Utilitation of Coconut Tombong as Raw Material Flour. AGRIKAN Vol 14. No.1 : 25-34
Unduhan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish in this journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).