Self-Esteem dalam Lagu “Diri”: Sebuah Dialog dengan Spiritual Care
DOI:
https://doi.org/10.37429/marinyo.v2i1.1645Keywords:
Self-esteem, Spiritual Care, Lagu “DiriAbstract
Penelitian ini mengkaji konsep self-esteem yang tercermin dalam lagu “Diri” melalui pendekatan spiritual care. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana budaya populer dan nilai-nilai Kristen saling berinteraksi dalam membentuk persepsi diri individu. Dengan menggunakan revised correlational method penelitian ini menyoroti peran musik sebagai medium budaya yang memengaruhi cara individu dalam menilai dan menghargai dirinya. Pendekatan spiritual care digunakan sebagai kerangka untuk menafsirkan nilai-nilai yang terdapat dalam lagu “Diri,” seperti: hidup dengan tujuan, integritas pribadi, rasa syukur, dan doa. Nilai-nilai ini terbukti berperan penting dalam membentuk dan memelihara self-esteem yang sehat. Temuan menunjukkan bahwa lagu “Diri” bukan hanya karya seni, tetapi juga sarana reflektif dan spiritual yang mendukung kesejahteraan mental dan emosional. Dengan menggabungkan wawasan dari musik populer dan teologi Kristen, studi ini menunjukkan bagaimana nilai-nilai spiritual dalam produk budaya dapat mendukung penyembuhan, penerimaan diri, dan pertumbuhan pribadi. Konsep self-esteem dan spiritual care kemudian muncul sebagai pendekatan yang bermakna untuk membantu individu pulih dari pergumulan batin. Melalui proses ini mereka dapat menemukan kembali nilai diri dan kapasitas mereka untuk peduli terhadap orang lain.References
Andersen, Neil T. Siapa Anda Sesungguhnya: Menyadari Kuasa Identitas Anda Di Dalam Kristus. Bandung: Lembaga Literatur Baptis, 1997.
Barus, Daniel Opristanta. “Penyelamat Berbalutkan Kekerasan: Peran Film Populer Dalam Teologi Yang Dihidupi Umat.” Jurnal Aradha 1, no. 1 (2021): 55–70.
Branden, Nathaniel. The Six Pillars of Self-Esteem. New York: Bantam Books, 1994.
Burin, Krisanctus Megito. “Analisis Semiotika Makna Bangkit Dari Keterpurukan Dalam Lagu ‘Diri’ Karya Tulus Menurut Roland Barthes.” Institut Filsafat Dan Teknologi Kreatif Ledalero, 2023.
Elmand. “Lagu Self-Healing.” Elmand. Last modified 2022. https://vt.tiktok.com/ZSNon4krL/.
Hursepuny, Jelfy Lordy. “Mencari Nilai-Nilai Teologis Di Balik Lagu ‘We Are The World’ Suatu Kajian Teologi Dan Budaya Populer.” KENOSIS: Jurnal Kajian Teologi 2, no. 2 (2016).
Lynch, Gordon. Understanding Theology and Popular Culture. Blackwell Publishing, 2005.
MataNajwa. “Perjalanan Tulus: Manusia Kuat Dan Kata-Kata:Mata Najwa.” Mata Najwa. Last modified 2023. https://www.youtube.com/watch?v=8gUvcEnD9UI&t=141s.
McDowell, Josh, and Bill Jones. Tanya–Jawab Kawula Muda. Yogyakarta: Yayasan ANDI, 1990.
Pasca-Psikolog. “Reaction Saya Pada Lagu Tulus- Diri.” Pasca-Psikolog. Last modified 2022. https://vt.tiktok.com/ZSNonwvBe/.
Rosenberg, Marshall. Society and the Adolescent Self- Image. New Jersey, 1965.
Tillich, Paul. Theology Of Culture. London: Oxford University Press, 1968.
Tsaqifa, Firratu, and Afia Fitriani. “Relationship between Intensity of Listening to the Song Diri by Tulus and Self-Acceptance in the Solo Tulus Friends Community.” Seni Musik 12, no. 2 (2023).
Tulus. “Press Conference Album Manusia.”
Wang, Yanping, and Thomas H. Ollendick. “A Cross-Cultural and Developmental Analysis of Self-Esteem in Chinese and Western Children.” Clinical Child and Family Psychology Review 4, no. 3 (2001).
Williams, Raymond. “Popular Culture: History and Theory.” Cultural Studies 32, no. 6 (2018).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).