GAMBARAN PERILAKU BUANG AIR BESAR SEMBARANG PADA MASYARAKAT DI RW 13 RT 5 PERUMNAS II WAENA KOTA JAYAPURA
DOI:
https://doi.org/10.54639/mhj.v6i2.1486Abstract
Background: Semarang defecation behavior continues to persist globally, including in Indonesia and in the city of Jayapura. One of the causes is the lack of safe, comfortable and healthy public sanitation facilities as well as hereditary habits. This will have an impact on people's health so there is a need for public awareness regarding correct defecation behavior. Objective: To determine the description of open defecation behavior in the community in RW 13 RT 5 Perumnas II Waena, Jayapura City. Research method: Quantitative descriptive research type. with a total sample of 71 heads of families or representatives using purposive sampling, data collection using a questionnaire and analyzed univariately. Result: Open defecation behavior in RW 13 RT 5 Perumnas II Waena, Jayapura City was mostly in the positive category, as many as 43 people (60.6%) compared to negative behavior as many as 28 people (39.4%). Cnclussion: The majority of public defecation behavior is carried out positively, so it needs to be further improved so that awareness of negative behavior will arise among the public by providing clean, healthy and comfortable latrine facilities supported by health promotion efforts from local agencies.
References
Maharani, F. (2022). Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Sabak Timur. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi.
Maryam, S. (2014). Promosi Kesehatan Dalam Pelayanan Kebidanan. Jakarta: EGC.
Notoatmodjo, S. (2018). Ilmu Kesehatan Masyarakat, Perilaku dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2018). Metode Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Pambudi, A. S. (2019). Hubungan Karakteristik Penduduk Dengan Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) di Desa Kenongorejo Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun.
Regita, D.., Joko, T., Rahardjo, M., 2020. Hubungan Karakteristik Sosial Individu, Pengetahuan, Sikap, dan Ketersediaan Fasilitas Sanitasi dengan Praktik Buang Air Besar di Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Kesehat. Masy. Indones. 19, 141–146. https://doi.org/10.14710/MKMI. 19.2.141-146
Selan, W. (2021). Analysis of Family Behavior Factors in Latrine Utilization in Mundek Village, Northwest Rote District, Rote Ndao Regency. Lontar: Journal of Community Health. June 2021 Vol. 3 (No. 2): p 81 - 88 81.
Syarda, A. (2021). Hubungan Perilaku Masyarakat Dengan Kebiasaan Buang Air Besar Sembarang Dan Kejadian Penyakit Diare ( Studi Kepustakaan ). Jurnal Sulolipu : Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat Vol. 21 No.1 2021.
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
License
Hak cipta
Penulis memegang hak cipta dan memberikan Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ) hak penerbitan pertama dengan karya yang dilisensikan secara simultan di bawah Atribusi Internasional 4.0 (CC BY 4.0) yang memungkinkan orang lain untuk mencampur, mengadaptasi, dan mengembangkan karya tersebut dengan pengakuan atas kepengarangan karya dan publikasi awal di Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ).
Penulis diperkenankan untuk menyalin dan mendistribusikan ulang versi jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan mencantumkan pengakuan penerbitan awal di Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ)
Lisensi
Artikel yang diterbitkan dalam Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ) dilisensikan di bawah lisensi Atribusi 4.0 Internasional (CC BY 4.0). Anda bebas untuk:
Bagikan, salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun.
Beradaptasi, mencampur, mengubah, dan mengembangkan materi tersebut untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
Lisensi ini dapat diterima untuk Karya Budaya Bebas. Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mematuhi ketentuan lisensi. Berdasarkan ketentuan berikut:
Atribusi: Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai, menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
Tidak ada batasan tambahan: Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.