Analisis faktor perilaku pencegahan stunting oleh ibu hamil di Kota masohi Tahun 2025
DOI:
https://doi.org/10.54639/mhj.v7i3.1775Abstract
Abstrak: Stunting adalah kondisi di mana seorang anak mengalami hambatan pertumbuhan, biasanya diukur melalui tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan dengan standar yang sesuai untuk usia dan jenis kelaminnya. Menurut (WHO), stunting sering kali disebabkan oleh kekurangan gizi dalam jangka panjang, serta infeksi dan kondisi lingkungan yang tidak mendukung. Stunting dapat berdampak serius pada perkembangan fisik dan mental anak, serta dapat menimbulkan konsekuensi jangka panjang seperti gangguan belajar dan produktivitas di masa dewasa. Penanggulangan stunting memerlukan pendekatan yang holistik, mencakup perbaikan gizi, sanitasi, dan pendidikan kesehatan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui perilaku dan pencegahan stunting pada ibu hamil di wilayah kerja puskesmas kota Masohi. Metode Penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional . Populasi dalam penelitian ini adalah 44 responden ibu hamil, dan dengan menggunakan total sampling, semua individu dalam populasi yang diikutsertakan menjadi sampel. Analisis yang digunakan adalah uji chi square . Hasil uji chi square menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu hamil dengan perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil (P=0.000), tidak ada hubungan pendapatan perbulan dengan perilaku pencegahan stunting p>0,05 (P=0,533%), tidak ada hubungan antara usia dengan perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil p>0,05 (P=0,070%). Maka dapat dilihat bahwa hubungan pengetahuan sangat penting dalam perilaku pencegahan stunting pada ibu hamil, perlunya pemberian edukasi dari para petugas kesehatan kepada Ibu-ibu hamil.
Kata Kunci ; Stunting, Usia, Pengetahuan, Pendapatan, Perilaku Pencegahan
References
Aguayo, V. M., Badgaiyan, N., & Paintal, K. (2015). Determinants of child stunting in the Royal Kingdom of Bhutan: An in-depth analysis of nationally representative data. Maternal and Child Nutrition, 11(3), 333–345.
Apriluana, G., Fikawati, S. (2018). Analisis FaktorFaktor Risiko terhadap Kejadian Stunting pada Balita (0-59 Bulan) di Negara Berkembang dan Asia Tenggara. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 28(4), 247-256
Ariestia, M. (2020). Analisis Pengetahuan Dan Sikap Ibu Terhadap Pencegahan Stunting Pada Anak Di Masa Pandemi Covid -19 Di Kelurahan Korong Gadang. Jurnal Ilmiah Cerebral Medika, 2(2), 1–9. Retrieved from
Harahap, D. A., Lubis, D., Sari, I. A., & Dilla, M. (2022). Perilaku Pencegahan Anak Stunting Pada Saat Ibu Hamil Di Puskesmas Lipat Kain Kabupaten Kampar (Issue 1015078001).
Islami, N. W., & Khouroh, U. (2021). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi balita stunting dan tantangan pencegahannya pada masa pandemi. Karta Raharja, 3(2), 6– 19.
KEMENKES RI. (2018). Ini penyebab stunting pada anak. Retrieved from http://www.depkes.go.id/article/view/18052800006/ini-penyebab-atunting-pada- anak.html
Kemenkes RI. Situasi Balita Pendek (stunting) do Indonesia. Buletin Jendela Duta dan Informasi Kesehatan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI 2018
Mayangsari, M. D. (2022). Pengaruh Edukasi Pada Ibu Hamil dalam Upaya Pencegahan
Mediani, H. S. (2020). Predictors of stunting among children under five year of age in Indonesia: A scoping review. Global Journal of Health Science, 12(8), 83.
Mistry, S. K., Hossain, M. B., Khanam, F., Akter, F., Parvez, M., Yunus, F. M., Afsana, K., & Rahman, M. (2019). Individual, maternal- and household-level factors associated with stunting among children aged 0-23 months in Bangladesh. Public Health Nutrition, 22(1), 85–94.
Potter, P., & Perry, anne griffin. (2006). Fundamental Keperawatan. 1152
Rahmah, A. A., Yani, D. I., Eriyani, T., & Rahayuwati, L. (2023). Correlation Mother’s Eduaction and Received Stunting Information with Mother’s Stunting Knowledge. Journal of Nursing Care, 6(1), 1–10.
Sholecha, R. P., Yunitasari, E., Armini, N. K. A., & Arief, Y. S. (2019). Analisis Faktor yang berhubungan dengan Pencegahan Stunting pada Anak Usia 2-5 Tahun berdasarkan Teori Health Promotion Model (HPM). Pediomaternal Nursing Journal, 5(1), 49.
SSGI. (2023). Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kabupaten/Kota Tahun 2023.
SSGI. (2022). Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Kabupaten/Kota Tahun 2022.
Trinanda, R. (2023). Pentingnya Intervensi Orang Tua dalam Mencegah Stunting pada Anak The Importance of Parental Intervention in Stunting in Children. DIKLUS: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 7(1)
Organization WH. World Health Organization. 2023 [cited 2024 Mar 11]. p. 1–3 Low back pain. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/low-back-pain
Downloads
Published
Issue
Section
License
Hak cipta
Penulis memegang hak cipta dan memberikan Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ) hak penerbitan pertama dengan karya yang dilisensikan secara simultan di bawah Atribusi Internasional 4.0 (CC BY 4.0) yang memungkinkan orang lain untuk mencampur, mengadaptasi, dan mengembangkan karya tersebut dengan pengakuan atas kepengarangan karya dan publikasi awal di Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ).
Penulis diperkenankan untuk menyalin dan mendistribusikan ulang versi jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan mencantumkan pengakuan penerbitan awal di Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ)
Lisensi
Artikel yang diterbitkan dalam Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ) dilisensikan di bawah lisensi Atribusi 4.0 Internasional (CC BY 4.0). Anda bebas untuk:
Bagikan, salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun.
Beradaptasi, mencampur, mengubah, dan mengembangkan materi tersebut untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
Lisensi ini dapat diterima untuk Karya Budaya Bebas. Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mematuhi ketentuan lisensi. Berdasarkan ketentuan berikut:
Atribusi: Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai, menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
Tidak ada batasan tambahan: Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.