Gambaran Kandungan Merkuri (Hg) pada Air Sumur Gali disekitar Wilayah Penambangan Ilegal Batu Cinnabar di Desa Iha dan Luhu Kabupaten Seram Bagian Barat
DOI:
https://doi.org/10.54639/mhj.v2i1.425Abstract
Para Penambang ilegal batu cinnabar melakukan material batu tidak sesuai dengan SOP penambangan yang mengakibatkan degradasi lingkungan. Pencemaran merkuri yang lama akan menimbulkan kecacatan saraf dan fisik secara permanen. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran jarak sumber pencemar, kedalaman sumur gali dan kondisi fisik sumur gali dengan kandungan merkuri (Hg) pada air sumur gali disekitar wilayah penambangan illegal batu cinnabar Desa Iha dan Luhu Kabupaten Seram Bagian Barat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan uji laboratorium. Subjek penelitian ini adalah jumlah seluruh sumur gali Desa Iha dan Luhu sebanyak 4 sumur gali. Pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan uji laboratorium. Analisis laboratorium terhadap kandungan Merkuri pada air sumur gali menggunakan metode AAS. Hasil penelitian menunjukan dari 4 sampel 1sampel berada di atas baku mutu yaitu 0.0017 mg/l (tidak memenuhi syarat), sedangkan 3 sampel berada di bawah baku mutu yaitu <0.0005mg/l (memenuhi syarat). Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jarak sumber pencemar berkisar 95 meter,kedalaman sumur gali berkisar 15 meter, Kondisi fisik sumur gali (Dinding, bibir dan lantai sumur gali) dan beberapa hal lain. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah dari hasil observasi dan uji laboratorium pada 4 sampel sumur gali diketahui 1 sampel berada di atas baku mutu yaitu 0.0017 mg/l dan pada 3 sampel berada di bawah baku mutu yaitu <0.0005 mg/l, maka saran yang dapat diberikan diharapkan adanya pemantauan secara berkala terhadap kegiatan penambangan, pemeriksaan kualitas air bersih (air sumur) dan melakukan pemeriksaan terhadap masyarakat.
References
Darmono, 2001. Lingkungan Hidup dan Pencemaran. Jakarta; UI Press.
Darmiati. Kualitas Air Sumur Gali Di wilayah Pertambangan Emas Tradisional Desa Paton Luas Kecamatan Sawang Tahun 2016. Jurnal Kesehatan Ilmiah Nasuwakes. 2016; 9(2): 326 -338
Permenkes Republik Indonesia No. 82 Tahun 2001 Tentang Pengolahan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air.
Palar, H. 2008. Pencemaran dan Toksikologi Logam Berat.Jakarta; Rineka Cipta.
Hanafiah, Kemas Ali. 2005. Dasar – Dasar Ilmu Tanah. Jakarta; Raja Grafindo
Subanri. Kajian Beban Pencemaran Merkuri (Hg) terhadap Air Sungai Menyuke dan Gangguan Kesehatan pada Penambang Sebagai Akibat Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di Kecamatan Menyuke Kabupaten Landak Kalimantan Barat. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro; 2010.
Sirait R. Faktor Yang Berhubungan Dengan Kadar Merkuri Pada Air Sumur Gali Di Area Penambangan Emas Tanpa Izin Di Desa Selogiri Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah. Program Pascasarjana Universitas Diponegoro; 2010.
Entjang. I. 2000. Ilmu Kesehatan Lingkungan. Bandung; Penerbit PT Citra Aditya Bakti
Widowati. 2008. Efek Toksik Logam Pencegahan dan Penanggulangan. Yogyakarta; Penerbit Andi.
Harvany Boky, J.M. L. Umboh. B. Ratag. Perbedaan Kandungan Merkuri (Hg) Air Sumur Gali Bedasarkan Jarak dari Sumber Pencemaran di Wilayah Pertambanga Rakyat Desa Tatela 1. JIKMU. 2015; 5(1): 63 – 70.
Musthofa S, Santi N.D, Ashar T. Analisis Kandungan Merkuri (Hg) pada Air Sumur Gali Masyarakat di Sekitar Penambangan Emas Tradisional Desa Saba Padang Kecamatan Huta Bargot Kabupaten Mandailing Natal Tahun 2015. Departemen Kesehatan Lingkungan FKM USU; 2015.
Putri E. S. 2017. Analisis Hubungan Pengetahua, Sikap dan Konstruksi Sumur Gali Terhadap Kualitas Sumur Gali. Seminar Nasional II USM 2017; Volume 1: 481-486.
Wardhana, Wisnu. 2010. Dampak Pencemaran (edisi,revisi), Yogyakarta; Andi Offset.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Hak cipta
Penulis memegang hak cipta dan memberikan Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ) hak penerbitan pertama dengan karya yang dilisensikan secara simultan di bawah Atribusi Internasional 4.0 (CC BY 4.0) yang memungkinkan orang lain untuk mencampur, mengadaptasi, dan mengembangkan karya tersebut dengan pengakuan atas kepengarangan karya dan publikasi awal di Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ).
Penulis diperkenankan untuk menyalin dan mendistribusikan ulang versi jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan mencantumkan pengakuan penerbitan awal di Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ)
Lisensi
Artikel yang diterbitkan dalam Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ) dilisensikan di bawah lisensi Atribusi 4.0 Internasional (CC BY 4.0). Anda bebas untuk:
Bagikan, salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun.
Beradaptasi, mencampur, mengubah, dan mengembangkan materi tersebut untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
Lisensi ini dapat diterima untuk Karya Budaya Bebas. Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mematuhi ketentuan lisensi. Berdasarkan ketentuan berikut:
Atribusi: Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai, menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
Tidak ada batasan tambahan: Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.