Generasi Sehat: Edukasi Mengatasi Masalah Gizi pada Remaja Kota Ambon
DOI:
https://doi.org/10.54639/kks.v3i2.1317Keywords:
Edukasi Gizi, Gizi Seimbang, Masalah gizi, RemajaAbstract
Dalam era modern ini, masalah gizi pada remaja menjadi tantangan serius yang berpotensi mempengaruhi kesehatan dan perkembangan mereka di masa depan. pentingnya edukasi gizi sebagai langkah strategis untuk membangun generasi sehat. Dengan memfokuskan pada pola makan seimbang dan pemahaman tentang kebutuhan gizi, program sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja tentang dampak buruk dari malnutrisi, baik itu kekurangan maupun kelebihan gizi. Melalui pendekatan interaktif dan partisipatif, remaja diajak untuk berperan aktif dalam memilih makanan yang sehat dan mengadopsi gaya hidup yang lebih baik. Hasil dari sosialisasi ini diharapkan dapat mengurangi angka masalah gizi di kalangan remaja, menciptakan individu yang lebih sehat, dan pada akhirnya, membangun generasi yang lebih kuat dan produktif.References
Neumark-Sztainer, D., & Hannan, P. J. (2020). "Adolescent obesity: A review of the literature." Journal of Adolescent Health, 66(5), 563-570.
Kahn, L. K., & Kahn, R. S. (2022). "Nutrition and mental health in adolescents: A review." Nutrition Reviews, 80(3), 245-258.
Fitriani, N., & Rukmini, D. (2021). "Pola makan dan status gizi remaja di Indonesia." Jurnal Gizi dan Pangan, 16(1), 25-34.
World Health Organization. (2021). Adolescent nutrition: A review of the evidence. WHO.
UNICEF. (2022). The State of the World's Children 2022: Reimagining a better future for every child. UNICEF.
Rahmawati, S. (2023). "Pengaruh pola makan terhadap kesehatan remaja di Indonesia." Tesis, Universitas Indonesia.
Santoso, U., & Widyastuti, T. (2023). "Keterkaitan antara pola makan dan kesehatan mental pada remaja." Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(2), 150-158.
Sari, R. (2022). "Analisis faktor yang mempengaruhi status gizi remaja Daerah pedesaan Tesis, Universitas Gadjah Mada.
Pratiwi, D. (2022). "Asupan gizi dan pertumbuhan fisik remaja daerah
perkotaan." Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia, 10(1), 45-52.