Alam sebagai Baileo Kehidupan: Suatu Kajian Teologi

Authors

  • Vilma Vielda Ayhuan Program Pascasarjana Teologi UKIM, Indonesia
  • Nancy Novitra Souisa Program Studi Pendidikan Agama Kristen Fakultas Teologi UKIM, Indonesia
  • Monike Hukubun Program Studi Filsafat Keilahian Fakultas Teologi UKIM, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37429/arumbae.v3i2.702

Keywords:

Baileo, Theology, Nature, Human beings, God, Negeri Soya

Abstract

The aim of this article is to explore theologically the meaning of Baileo at Negri Soya as a contribution to protecting nature from environmental damages which are serious problems that have attracted global concern. By conducting interviews, and then searching the meaning of Baileo, the researcher found out that giving meaning to nature as baileo shaped how people in Negri Soya see and protect nature. They understood nature not as an object to be exploited, but as an integral part of human beings’ existence that must be protected. Nature as a living baileo is God’s sacral creation. In addition, the utilization of natural elements in all ritual processions in baileo does not reflect a hierarchical concept. There is no separation among God, ancestors, human beings, and nature. Nature is not only be perceived as a source for learning and experiencing God's great creation but also as a subject to praise God.

References

Borrong, Robert P. Etika Bumi Baru: Akses Etika dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2003, hlm. 50-51.

Capra Fritjop, Titik Balik Peradaban Cetakan Kedelapan, Yogyakarta: Pustaka Prometha, 2014, hlm 486-487.

Cooley, F.L., Mimbar dan Takhta: Hubungan Lembaga-lembaga Keagamaan dan Pemerintahan di Maluku Tengah, (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 1987), hlm. 113.

Drummond, C. D., Teologi & Ekologi, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2015), hlm. 19.

Gereja Protestan Maluku, Ajaran Gereja GPM Bab IV.8 tentang Sakramen, Pasal 228 dan 229,(Ambon: GPM, 2021), hlm. 685.

Habel, N. C., et. al, Exploring Ecological Hermeneutics, (USA: Library of Congress Cataloging, 2008), hlm. 4.

Hukubun. M, Nuhu-met Sebagai Tubuh Kristus-Kosmis. Perjumpaan Makna Kolose 1:15-20

Dengan Budaya Sasi Umum Di Kei-Maluku Melalui Hermeneutik Kosmos, (Yogyakarta: Program Pascasarjana S3 Ilmu Teologi, Fakultas Teologi UKDW, 2018), hlm. 284.

Keraf. A Sonny, Krisis dan Bencana Lingkungan Hidup Global, Yogyakarta: Kanisius, 2010, hlm 115.

Keraf A. Sonny & Capra Fritjof, Filsafat Lingkungan Hidup: Alam Sebagai Sebuah Sistem Kehidupan, Yogyakarta: PT Kanisius, 2014, hlm 42-43.

Kusumaningtias, R., dan I. Chofyan, “Pengelolaan Hutan Dalam Mengatasi Alih Fungsi Lahan Hutan Di Wilayah Kabupaten Subangâ€, Jurnal Perencanaan wilayah dan kota, volume 13 No. 2, Juni 2021, hlm. 2

Likumahwa, Stephanus Petrus Analisis Sosio-Budaya terhadat Upacara Adat Cuci Negeri di Soya dalam Upaya Berteologi Kontekstual (Salatiga:UKSW, Tesis, 2000).

Maleong Lexy, Metode Penelitian Kualitatif (Bandung:Remaja Rosda Karya, 2004), hlm. 44-45.

McDaniel, Jay B., Earth, Sky, Gods and Mortals: Developing an Ecological Spirituality, Connecticut: Twenty-Third Publications, 1990, hlm. 199.

Nahusona, Ferry, Religiositas Ambon-Kristen: Penelusuran Fenomenologis melalyi Ritual Adat Cuci negeri di Soya-Kota Ambon (UKSW: Salatiga, Disertasi Doktor Sosiologi Agama, 2019).

Nainggolan, H. S., Kerusakan Lingkungan: Peran Dan Tanggung Jawab Gereja. (Jakarta: Kementrian Lingkungan Hidup Indonesia Dan Persekutuan Gereja-Gereja Di Indonesia, dan EUM Asia Regional, 2011), hlm. 2.

Nakpil, Emerito P. Douglas.J Elwood, The Human And The Holy: Asian Prespectives in Christian Theology, Phillippines: New Day Publisher Printer’s Art, 1978, hlm. 108.

Putuhena, Jusmy D., Model Dinamik Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Watershed) dalam Upaya Penyediaan Air yang Berkelanjutan di Semenanjung Leitimur - Pulau Ambon, Disampaikan dalam Rangka Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2021.

Siauta, R. C. Peran Pemerintah Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup, Ambon: Dinas Lingkungan Hidup, Disampaikan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 3 Juni 2021.

Souissa, Nancy Novitra Makan Patita: Nilai dan Maknanya dalam Membangun Pendidikan Kristiani yang Kontekstual (Salatiga:UKSW, Disertasi Doktor Sosiologi Agama, 2017.

Surakhmad, Winarno Pengantar Penulisan Ilmiah: Dasar Metode dan Teknik (Bandung: Tarsito, 1985), hlm.139.

Tim Rekdaksi Pustaka Yustisia (ed.), Perundangan tentang Lingkungan Hidup, Yogyakarta: Pustaka Yustisia, 2010, hlm. 261.

Watloly, A., Cermin Eksistensi Masyarakat Kepulauan Dalam Pembangunan Bangsa: Perspektif Indigenous Orang Maluku, (Jakarta Tmur: PT. Intimedia Cipta Nusantara, 2013), hlm 65.

Dokumen-Dokumen yang tidak diterbitkan

Komisi Lingkungan Hidup – Biro POS Sinode GPM.

Panduan Penulisan Tesis Pascasarjana UKIM, hlm. 13.

PIP RIPP GPM 2021, Bab III: Pengembangan Pelayanan Jangka Panjang GPM Tahun 20152025, Poin 3.2.3.

Tim RENSTRA Jemaat GPM Soya, RENSTRA Jemaat GPM Soya, 2016-2020, hlm. 23.

Hasil wawancara dengan Bapak B. Pesulima, Jumat 8 April 2019.

Downloads

Published

2021-12-30

How to Cite

Ayhuan, V. V., Souisa, N. N., & Hukubun, M. (2021). Alam sebagai Baileo Kehidupan: Suatu Kajian Teologi. ARUMBAE: Jurnal Ilmiah Teologi Dan Studi Agama, 3(2), 122–141. https://doi.org/10.37429/arumbae.v3i2.702

Citation Check