Pemuda pada Perjamuan Kudus: Suatu Kajian Etika Kristen terhadap Pemahaman dan Sikap Pemuda di Jemaat GPM Pniel Bentas
DOI:
https://doi.org/10.37429/marinyo.v2i2.1770Kata Kunci:
sikap pemuda, Perjamuan Kudus, etika KristenAbstrak
Abstract
Attitude is a person's actions related to personality traits. Attitude is generally described or interpreted as an action taken by someone to respond to an event. Thus, attitude is a reaction or response in the form of an assessment that emerges from an individual toward an object. The Lord's Supper is a meal specially designed to commemorate the death and resurrection of Jesus. The Church observes the Lord's Supper, because Jesus commands it for the people to always remember Him. At the Congregation of GPM Pniel Bentas, church members, especially the youth, do not yet fully understand the meaning of the Lord's Supper. They exhibit more unethical behavior during the Sacrament of Holy Communion, such as playing with their cell phones, chatting, laughing, drinking wine without sharing with others, sitting outside the church after the Sacrament held, even taking pictures of the communion table and posting them on social media. This demonstrates a disrespectful attitude among young people toward Holy Communion, leading to a lack of understanding of Holy Communion as a sign of communion with the body and blood of Christ. Therefore, based on these behaviors, the author is interested in further examining young people's understanding and attitudes toward the Sacrament of Holy Communion.
Abstrak
Sikap merupakan sebuah tindakan seseorang yang berhubungan dengan ciri kepribadian. Sikap pada umumnya sering digambarkan atau diartikan sebagai suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang untuk memberikan tanggapan atau respons terhadap suatu hal yang terjadi. Dengan demikian, sikap adalah suatu reaksi atau respons berupa penilaian yang muncul dari seorang individu terhadap objek. Perjamuan Kudus adalah suatu jamuan yang dibuat secara khusus untuk memperingati peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus. Gereja melakukan Perjamuan Kudus karena diperintahkan oleh Tuhan Yesus agar umat mengingat-Nya selalu. Di Jemaat GPM Pniel Bentas terdapat warga jemaat khususnya pemuda yang belum memahami dengan benar tentang makna dari Perjamuan Kudus. Mereka lebih menunjukkan sikap yang tidak etis saat mengikuti Sakramen Perjamuan Kudus, seperti: bermain handphone, bercerita, tertawa, meminum anggur sampai habis tanpa dibagi dengan yang lain, selain setelah mereka mengikuti Perjamuan Kudus, mereka keluar gereja untuk duduk di luar gereja meski Sakramen Perjamuan sedang berlangung, juga mereka berpesta pora, setelah mereka mengikuti Perjamuan Kudus, bahkan ada yang sampai memfoto meja perjamuan dan diposting di media sosial. Hal ini telah menunjukkan sikap dari pemuda yang tidak menghargai Perjamuan Kudus, sehingga Perjamuam Kudus sebagai tanda persekutuan dengan tubuh dan darah Kristus masih belum sepenuhnya dimengerti. Oleh sebab itu, dari sikap yang dijelaskan tersebut penulis tertarik untuk meneliti lebih dalam tentang pemahaman dan sikap pemuda terhadap Sakramen Perjamuan Kudus.
Referensi
GPM. Ajaran Gereja GPM, 2016.
Wawan, and Dewi. Teori Dan Pengukuran Pengetahuan, Sikap, Dan Perilaku Manusia. Yogyakarta: Nuha Medika, 2010.
Abineno, J.L.Ch. Perjamuan Malam Menurut Reformator. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1990.
Calvin, Yohanes. Institutio – Pengajaran Agama Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2000.
de Jonge. , Christian. Apa Itu Calvinisme? Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1999.
Darmaputera, Eka. Etika Sederhana untuk Semua. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2018.
Ferdinandus, Marsela Farida. Perjamuan Kudus sebagai Wujud Pengucapan Syukur: Suatu Tinjauan Teologi Dogmatis terhadap Pemahaman Jemaat GPM Kilang Klasis Pulau Ambon Timur. Skripsi, Fakultas Teologi UKIM, 2020.
Henky H. Hetharia. Gereja dan Korupsi: Mengkaji Permasalahan di Gereja Protestan Maluku. Yogyakarta: Kanisius, 2021.
Mesinay, Susand Arestin. Presepsi Umat terhadap Sakramen Perjamuan Kudus: Suatu Kajian Etis terhadap Keberadaan Umat Saat Mengikuti Sakramen Perjamuan Kudus di Jemaat GPM Abio.” Skripsi, Fakultas Teologi UKIM, 2017.
Soedarmo, R. Ikhtisar Dogmatika. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2006.
Talahaturusun, Ledy Widya. Orang Muda Cara Berpakaian dan Ibadah (Suatu Kajian Etika Mengenai relasi Manusia dan Cara Berpakaian Peribadahan di Jemaat GPM Souhuru). Skripsi, Fakultas Teologi, UKIM, 2020.
Verkuyl. Etika Kristen Bagian Umum. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).