Miracle In Cell No.7 Karya Lee Hwan-Kyung Sebagai Media Bermisi Bagi Dan Oleh Kaum Disabilitas : Suatu Kajian Misiologi Terhadap Film Sebagai Budaya Populer

Authors

  • Josse Delrio Supit Universitas Kristen Indonesia Maluku

Keywords:

Misiologi, Budaya Populer, Film Miracle In Cell No.7

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi misiologi dan teori budaya populer Gordon Lynch yang berfokus pada representatif penyandang disabilitas dalam film Miracle In Cell No.7 dengan menggunakan metode pendekatan analisis naratif. Penelitian ini bertujuan untuk memahami film sebagai media yang disukai oleh berbagai kalangan pada masa kini, ternyata mampu menjadi sumber bermisi yang transformatif dan modern dalam mengenal kehidupan manusia tanpa perlu berinteraksi secara langsung. Pendekatan analisis naratif digunakan karena media yang dipakai sebagai teks kajian adalah film. Film perlu dijelaskan dan dinaratifkan ceritanya, demi hasil analisa yang komprehensif dan holistik, serta didukung penelitian pustaka untuk mengidentifikasi nilai-nilai kekristenan dari film Miracle in Cell No.7 yang akan memberi motivasi bagi penyandang disabilitas sebagai upaya pembebasan dari kondisi diskriminasi, penindasan, dan ketidakadilan. Inilah fungsi film yang sesungguhnya, yaitu industrial, artistik, dan komunikatif. Film berasal dari bentuk pengekspresian budaya yang diaplikasikan memakai kaidah sinematografi serta sering memantulkan budaya dunia nyata dan kebiasaan unik pengarangnya. Sama seperti film, misiologi pun beranjak dari budaya, sehingga film dapat menjadi media untuk bermisi karena dapat mendeskripsikan jawaban normatif terhadap berbagai persoalan, nilai-nilai, dan praktik yang disajikan. Film Miracle In Cell No.7 dipilih karena ceritanya mirip dengan realitas penyandang disabilitas pada masa kini yang memperlihatkan bias praktik regulasi dan struktur sosial yang pro non-disabilitas. Mereka dianggap lemah, sering disalahkan atas perbuatan yang belum tentu dilakukan dan kerapkali diperlakukan tidak pantas oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Melalui penelitian ini diharapkan mendorong perspektif yang transformatif dan modern dalam bermisi.

References

Adiprasetya, Joas. 2019. Gereja Menuju Sebuah Visi Bersama. BPK Gunung Mulia, Jakarta.

Afandi. 2021. Maintaining Order: Publik Prosecutors in Post-Authoritarian Countries the Case of Indonesia. Leiden: Leiden University.

Al-ghiffary, Iqbal Syauqi. 2020. Agar Tak Hanya Lapar Dan Dahaga. Tanggerang Selatan: Yayasan Pengkajian Hadis el-Bukhari.

Bennett, Peters, Ted dan Gaymon. 2006. Menjembatani Sains dan Agama, terj. Jessica Christiana Pattinasarany. Jakarta: Gunung Mulia.

Bosch, David J. 2006. Transformasi Misi Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Cobb, K. 2005. The Blackwell Guide to Theology and Popular Culture. Oxford: Blackwell Publishing.

Gaspers, Steve G. C. 2020. Batu Karang Yang Teguh: Eklesiologi dan Teologi Publik Timur Indonesia. Papua: Penerbit Aseni.

GPM, Sinode. 2016. Ajaran Gereja Protestan Maluku. Salinan Ketetapan Sidang Sinode ke-37.

Harun, Rochajat. 2012. Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial: Prespektif Dominan, Kaji Ulang, dan Teori Kritis. Jakarta: Rajawali Pers.

Herlina, Dewi. 2023. Analisis Semiotika Dalam Film Miracle In Cell No 7. Riau: Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim.

Ibrahim, I. S. 2011. Budaya Populer sebagai Komunikasi: Dinamika Popscape dan Mediascape di Indonesia Kontemporer. Yogyakarta: Jalasutra.

Irwanto B, dkk. 2004. Finite Element Model Updating in the Vibration of Bladed Disk: Shaft Assemblies. ASME Turbo Expo: Power for Land, Sea, and Air.Iswarahadi, Y. I. 2012. Pewartaan Iman Melalui Film, Televisi, dan Media Baru. In B.A. Rukiyanto (Ed.), Pewartaan di Zaman Global. Yogyakarta: Kanisius.

Kirk, J. Andrew. 2015. Apa Itu Misiologi?. Jakarta, Gunung Mulia.

Kuiper, Arie De. 2006. Missiologia: Ilmu Pekabaran Injil. Jakarta: Gunung Mulia.

Kuiper, Arie De. 2016. Missiologia. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Lynch, Gordon. 2005. Understanding Theology and Popular Culture. Inggris: MPG Books.

Maharani, Afifah Rizky. 2023. Nilai – Nilai Pendidikan Karakter Dalam Film Miracle In Cell No.7 Dan Relevansinya Dengan Pendidikan Akhlak. Surakarta: Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta.

Manning, Russel re. 2009. Tillich’s theology of art. Cambridge: Cambridge University Press.

Nahuway, Denis Yan. 2018. Kaum Disabilitas Sebagai Subjek Pelayanan Gereja (Suatu Kajian Misiologi di Jemaat GPM Lor-lor dan Implikasinya). Ambon: Universitas Kristen Indonesia Maluku.

Nurgiyanto. 2005. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Romanowski, W. D. 2007. Eyes Wide Open: Looking for God in Popular Culture, Grand Rapids. Michigan: Brazos Press.

Rutumalessy, Archa Apriani. 2019. Perspektif Gereja tentang Disabilitas di Jemaat GPM Bethania (Suatu Kajian Teologi Sosial). Ambon: Universitas Kristen Indonesia Maluku.

Strinati, D. 2004. An Introduction to Theories of Popular Culture. London: Routledge.

Turalely, Edward Jakson. 2021. Skripsi: Melawan Ritual Pengorbanan Manusia (Suatu Kajian Naratif terhadap Kejadian 22: 1-19 dari Perspektif Spiritualitas Pro Hidup). Ambon: Universitas Kristen Indonesia Maluku.

Umrati dan Hengki Wijaya. 2020. Analisis Data Kualitatif Teori Konsep Dalam Penelitian Pendidikan. Sulawesi Selatan: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.

Indonesia, CNN. Daftar 10 Film Indonesia Terlaris Paruh Pertama 2023, https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20230830105302-220-992264/daftar-10-film-indonesia-terlaris-paruh-pertama-2023-horor-berjaya/2, diakses pada 20 September 2023.

Indonesia, Detik. 2023. Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Wanita Disabilitas di Pulau Taliabu, Ancaman Hukuman 12 Tahun. DETIKIndonesia.co.id : https://www.detikindonesia.co.id/kasus-dugaan-pelecehan-seksual-terhadap-wanita-disabilitas-di-pulau-taliabu-ancaman-hukuman-12-tahun/.diakses pada 23 September 2023.

Indonesia, Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik. 2022. Pemerintah Penuhi Hak Penyandang Disabilitas di Indonesia. https://www.kemenkopmk.go.id/pemerintah-penuhi-hak-penyandang-disabilitas-di-indonesia. diakses pada 24 September 2023.

Jabarekspres.com. Selain Indonesia, 7 Negara Ini Remake Film Miracle In Cell No. 7. https://jabarekspres.com/berita/2022/09/08/selain-indonesia-7-negara-ini-remake-film-miracle-in-cell-no-7/, diakses pada 20 September 2023.

Liu, Theofilus. 2022. Miracle in Cell No 7, Researchte Gate. https://www.researchgate.net/publication/364209530_Miracle_in_Cell_No_7_-_Theofilus_Liu, diakses pada 23 September 2023.

Manderes, Atika. dkk. 2022. “Nilai Moral Keluarga Dalam Film Miracle In Cell No.07 Karya Lee Hwan Kyung Dan Implikasinya Pada Pembelajaran Sastra”. Kompetensi : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Seni. Vol.2. Hlm. 1666.

Organization, World Health. 2018. Disabilitas. https://www-who-int.translate.goog/news-room/fact-sheets/detail/disability-andhealth?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc, diakses pada 23 September 2023.

Perempuan, Komnas. 2023. Lembar Fakta Catatan Tahunan Komnas Perempuan Tahun 2023 Kekerasan terhadap Perempuan di Ranah Publik dan Negara: Minimnya Pelindungan dan Pemulihan Jakarta, 7 Maret 2023, https://komnasperempuan.go.id/download-file/949, diakses 24 September 2023.

Rachmawati, Yeanie. 2018. “Analisis Semiotika John Fieske Tentang Maskulinitas Dalam Film Miracle In Cell No 7 Karya Lee Hwan Kyung”. Universitas Pendidikan Nasional : Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial. Vol 2. Hlm. 18.

Shortsrebahan. 2023. Fakta miris dibalik Miracle in Cell No 7. https://youtube.com/shorts/cXDREBRz2-8?si=8eoGv1JfEsHIo1a2. Diakses 27 September 2023.

Wilfred, Felix. 2015. “Theological Significance of Laudato Si’: An Asian Reading”. Vidyajyoti: Journal of Theological Reflection. Vol. 79/9. Hlm. 647-654.

Wikipedia. Lee Hwan Kyung. Dalam https://en-m-wikipedia-org.translate.goog/wiki/Lee_Hwankyung?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc. Diakses 22 Maret 2024.

Downloads

Published

2025-09-03

Issue

Section

Articles