Efektifitas Diabetes Self care Activity Terhadap Status Vaskuler Pasien Diabetes Melitus
DOI:
https://doi.org/10.54639/mhj.v1i1.36Abstract
Diabetes mellitus adalah penyebab masalah kesehatan yang terjadi di sebagian besar negara di dunia. Sekitar 13-15% dari semua pasien dengan diabetes mellitus akan mengalami gangguan sirkulasi perifer. Diabetes Self Care Activity adalah intervensi yang dapat diterapkan untuk menjaga status vaskular penderita diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh diabetes self care activity pada status vaskular perifer pasien dengan diabetes mellitus. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental pra-post-test dengan kelompok kontrol. Sampel berjumlah 94 pasien dengan diabetes mellitus yang dibagi menjadi kelompok intervensi (n = 47) dan kelompok kontrol (n = 47). Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah monofilamen 10-g untuk menguji neuropati diabetik, tes HbA1c, sphygmomanometer, pedoman pengukuran ABI, dan pengukuran arteri dorsalis pedis. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji-t berpasangan. Hasil penelitian ini menunjukkan efek yang signifikan dari diabetes self care activity terhadap hasil HbA1c, frekuensi arteri dorsalis pedis, dan neuropati diabetik dengan nilai signifikansi 0,00 (p <0,05). Namun, dalam pengukuran ankle brachial indeks, tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol dengan nilai signifikansi 0,26 (p> 0,05). Diabetes self care activity dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan independen untuk mencegah komplikasi diabetes mellitus karena telah terbukti meningkatkan status vaskular perifer pasien dengan diabetes mellitus sebesar 70-80%. Penelitian lebih lanjut dapat mempertimbangkan temuan dalam penelitian ini dan melibatkan lebih banyak jenis tes laboratorium seperti kolesterol, HDL, LDL dan tes trigliserida yang mempengaruhi status vaskuler pasien diabetes mellitus.References
Fujiwara Y, Kishida K, Terao M, Takahara M, Matsuhisa M, Funahashi T, et al. Beneficial effects of foot care nursing for people with diabetes mellitus: An uncontrolled before and after intervention study. J Adv Nurs. 2011;67(9):1952–62.
Bakker K, Rilley P 2005, The Year on the Diabetic Foot, Diabetes Voice; Vol. 50. Hal. 11-14.
Bakker K, Apelqvist J, Schaper C. N 2012, Practical Guidelines on the Management and Prevention of the Diabetic Foot 2011. Diabetes/Metabolism Research and Reviews. Hal. 225-231.
International Diabetes Federation, 2013, Diabetes Atlas, diakses tanggal 31 Oktober 2016, http://www.idf.org/sites/default/files/EN_6E_Atlas_Full_0.pdf
PERKENI, 2015. Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus tipe 2 di Indonesia. Diakses tanggal 09 Januari 2017 (pbperkeni.or.id/newperkeni/panduan-guideline/)
Priyanto S 2012, Pengaruh Senam Kaki Terhadap Sensitivitas Kaki dan Kadar Gula Darah Pada Agregat Lansia Diabetes Melitus di Magelang, Tesis, Universitas Indonesia, Depok
Price SA & Wilson L. 2005, Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Edisi 6, EGC : Jakarta
Aalaa M, Malazy OT, Sanjari M, Peimani M, Mohajeri-Tehrani M. Nurses’ role in diabetic foot prevention and care; a review. J Diabetes Metab Disord [Internet]. 2012;11(1):24. Available from: http://jdmdonline.biomedcentral.com/articles/10.1186/2251-6581-11-24
Alligood, M. R. Nursing Theory and Their Work. The cv MosbyCompany St. Louis. Toronto, Missouri; Mosby Elsevier.
Harlow, S. D., Deceased, M. R. S. and Herman, W. H. 2012 ‘Prevalence , Risk Factors , and Sequelae of Peripheral Neuropathy in a Population-Based Cohort of Mid Life Women by Kelly Renee Ylitalo A dissertation submitted iri partial fulfillment of the requirements for the degree of Doctor of Philosophy ( Epidemiol’
LeMone P, Burke KM, Bauldoff G. 2015. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Volume 2, Edisi 5, EGC : Jakarta
Sudoyo AW, Setyohadi B, Alwi I, Simadibrata KM, Setiati S, 2007, editor. Buku ajar ilmu penyakit dalam. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI: 1852-1859
American Diabetes Association. 2008, Standards of medical care in diabetes—2008. Diabetes Care. ;31(Suppl 1):S12-S54.
Dutch Association of Neurology (NVN), Dutch Association of Clinical Neurophysiology (NVKNF). (2005). Guideline Polyneuropathy of the Dutch Institute for Healthcare Improvement (CBO). Alphen a/d Rijn, the Netherlands: van Zuiden;
NHS National Institute for Clinical Excellence (NICE). 2004. Type 2 Diabetes Prevention and Management of Foot Problems, Clinical Guideline 10. London, UK: National Institute for Clinical Excellence (NICE)
Perkins BA, Olaleye D, Zinman B, Bril V. 2001. Simple screening tests for peripheral neuropathy in the diabetes clinic. Diabetes Care. ;24(2):250-256
Ayello A E, Sibbad R G, Ostrow, B and Smart H 2012, Teaching health care professional in resource challenge countries to construct monofilament for purposes of diabetic foot screening. World council of esterostomal therapist journal. 32, 4
Baraz S , Zarea K, Shahbazian H B and Latifi S. M. 2014, Comparison of the accuracy of monofilament testing at various points of feet in peripheral diabetic neuropathy screening. Baraz et al. Journal of Diabetes & Metabolic Disorders 2014, Page 1-7
Tambunan, M. 2006. Perawatan Kaki Diabetes, Jakarta: FK UI
Waspadji, S., 2006, Komplikasi Kronik Diabetes : Mekanisme Terjadinya, Diagnosis, Dan Strategi Pengelolaan. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Purwanti 2013, Analisis Faktor-Faktor Risiko Terjadi Ulkus Kaki pada Pasien Diabetes Melitus di RSUD Dr. Moewardi. Tesis. Universitas Indonesia : Depok
Waki S, Shimizu Y, Uchiumi K, Asou K, Kuroda K, Murakado N, et al. Structural model of self-care agency in patients with diabetes : A path analysis of the Instrument of Diabetes Self-Care Agency and body self-awareness. 2016;478–86.
Shrivastava SR, Shrivastava PS, Ramasamy J. Role of self-care in management of diabetes mellitus. 2013;12(1):1.
Luo X, Liu T. Factors Influencing Self-Management in Chinese Adults with Type 2 Diabetes : A Systematic Review and Meta-Analysis. 2015;11304–27
Fortmann A. L, Gallo L. C, Philis-Tsimikas A 2011, Glycemic Control Among Latinos with Type 2 Diabetes: The Role of Social-Environmental Support Resources. Health Psychol. 30(3): 251–258.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Hak cipta
Penulis memegang hak cipta dan memberikan Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ) hak penerbitan pertama dengan karya yang dilisensikan secara simultan di bawah Atribusi Internasional 4.0 (CC BY 4.0) yang memungkinkan orang lain untuk mencampur, mengadaptasi, dan mengembangkan karya tersebut dengan pengakuan atas kepengarangan karya dan publikasi awal di Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ).
Penulis diperkenankan untuk menyalin dan mendistribusikan ulang versi jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan mencantumkan pengakuan penerbitan awal di Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ)
Lisensi
Artikel yang diterbitkan dalam Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ) dilisensikan di bawah lisensi Atribusi 4.0 Internasional (CC BY 4.0). Anda bebas untuk:
Bagikan, salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun.
Beradaptasi, mencampur, mengubah, dan mengembangkan materi tersebut untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
Lisensi ini dapat diterima untuk Karya Budaya Bebas. Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mematuhi ketentuan lisensi. Berdasarkan ketentuan berikut:
Atribusi: Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai, menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
Tidak ada batasan tambahan: Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.