GAMBARAN PENGETAHUAN KELUARGA TERHADAP ANGGOTA KELUARGA DENGAN TUBERKULOSIS (TBC) DI PUSKESMAS LORULUN KABUPATEN KEPULAUAN TANIMBAR
DOI:
https://doi.org/10.54639/mhj.v4i3.971Abstract
Tuberkulosis (TBC) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di tingkat global, nasional, regional maupun lokal. Tuberkulosis masih menjadi salah satu penyakit menular yang menyebabkan angka kesakitan dan kematian yang tertinggi dengan menjadi 10 penyakit mematikan di dunia. Tuberkulosis (TBC) paru merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru dan hampir seluruh organ tubuh lainnya. Untuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar Tahun 2014-2016, jumlah kasus tuberkulosis (TBC) Tahun 2014 Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebanyak 153 kasus, Tahun 2015 sebanyak 130 kasus, dan pada Tahun 2016 ada peningkatan kasus yaitu sebesar 173 kasus. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Gambaran Pengetahuan, Keluarga Terhadap Anggota Keluarga Dengan Tuberkulosis (TBC) Di Wilayah Kerja Puskesmas Lorulun Kecamatan Wertambrian Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Metode penelitian ini menggunakan deskripsi dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah anggota keluarga yang salah satu anggota keluarganya terinfeksi TBC yang berada pada Desa Lorulun di wilayah kerja Puskesmas Lorulun Kecamatan Wertambrian Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata penegetahuan keluarga tentang TBC belum baik. Saran peneliti bagi keluarga agar dapat memahami tentang penyakit ,sehingga keluarga dapat bersikap dan memandang baik kepada penderita.
Kata Kunci : Pengetahuan Keluarga Terhadap Tuberkulosisi (TBC), Kepulauan Tanimbar
Â
References
Anggraeni, D. E., & Rahayu, S. R. (2018). Gejala Klinis Tuberkulosis Pada Keluarga Penderita Tuberkulosis BTA Positif. HIGEIA Journal of Public Health Home Environmental Health and Safety, 2(1), 91–101. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia/article/view/18100
Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar, 2018. Laporan bulanan, triwulan, dan tahunan DINKES Kabupaten Kepulauan Tanimbar,2014-2018.
Hutari, S. 2014. Hubungan Antara Tingkat Pendidikan, Pengetahuan, dan Status Gizi dengan Pengobatan Tuberkulosis Paru di Puskesmas Tuminting. Volume 2 Nomor 1.
Muna, L., & Soleha, U. (2018). Motivasi Dan Dukungan Sosial Keluarga Mempengaruhi Kepatuhan Berobat Pada Pasien Tb Paru Di Poli Paru Bp4 Pamekasan. Journal of Health Sciences, 7(2), 172–179. https://doi.org/10.33086/jhs.v7i2.506
Nugroho. (2010). Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru Pada Keluarga. Jurnal Stikes RS Baptis, 3 No.1, 2085-0921. Diakses pada tanggal 20 Agustus 2016 17:00. puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.stikes/article/download
Suadnyani Pasek, M. (2013). Hubungan Persepsi Dan Tingkat Pengetahuan Penderita Tb Dengan Kepatuhan Pengobatan Di Kecamatan Buleleng. JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia), 2(2), 145–152. https://doi.org/10.23887/jpi-undiksha.v2i1.1411
Downloads
Published
Issue
Section
License
Hak cipta
Penulis memegang hak cipta dan memberikan Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ) hak penerbitan pertama dengan karya yang dilisensikan secara simultan di bawah Atribusi Internasional 4.0 (CC BY 4.0) yang memungkinkan orang lain untuk mencampur, mengadaptasi, dan mengembangkan karya tersebut dengan pengakuan atas kepengarangan karya dan publikasi awal di Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ).
Penulis diperkenankan untuk menyalin dan mendistribusikan ulang versi jurnal yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusi atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan mencantumkan pengakuan penerbitan awal di Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ)
Lisensi
Artikel yang diterbitkan dalam Moluccas Health Journal: Jurnal Kesehatan (MHJ) dilisensikan di bawah lisensi Atribusi 4.0 Internasional (CC BY 4.0). Anda bebas untuk:
Bagikan, salin dan distribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun.
Beradaptasi, mencampur, mengubah, dan mengembangkan materi tersebut untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial.
Lisensi ini dapat diterima untuk Karya Budaya Bebas. Pemberi lisensi tidak dapat mencabut kebebasan ini selama Anda mematuhi ketentuan lisensi. Berdasarkan ketentuan berikut:
Atribusi: Anda harus memberikan penghargaan yang sesuai, menyediakan tautan ke lisensi, dan menunjukkan jika ada perubahan yang dilakukan. Anda dapat melakukannya dengan cara yang wajar, tetapi tidak dengan cara yang menunjukkan bahwa pemberi lisensi mendukung Anda atau penggunaan Anda.
Tidak ada batasan tambahan: Anda tidak boleh menerapkan ketentuan hukum atau tindakan teknologi yang secara hukum membatasi orang lain untuk melakukan apa pun yang diizinkan oleh lisensi.