Bakti Sosial Khitan Dan Edukasi Kesehatan: “Mitos Pasca Khitan”

Sandra Sandra, Rani Lisa Indra, Tengku Abdur Rasyid

Abstract


Khitan merupakan proses pembersihan alat kelamin dengan cara memotong sebagian penutup penis sehingga sumbatan yang mungkin ada karena kotoran pada saluran penis menjadi hilang dan terhindar dari terjangkitnya penyakit. Saat ini, bakti sosial khitan adalah hal yang dibutuhkan orang tua untuk menjalankan sunnah tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun. Selain itu pemahaman tentang perawatan pasca khitan masih disikapi keliru oleh orang tua seperti melarang anak makan telur, melangkahi kotoran ayam, melarang mandi dan sebagainya yang dipengaruhi oleh beberapa kepercayaan terhadap mitos dan nilai sosial di masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman keluarga tentang hal-hal yang harus dilakukan dan diperhatikan serta dihindari dalam perawatan luka dan mitos pasca khitan pada anak.

Metode pengabdian masyarakat dilakukan melalui kegiatan bakti sosial khitan terhadap 30 anak, juga edukasi mitos pasca khitan ke 30 orang tua anak yang di khitan melalui ceramah menggunakan leaflet secara personal. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan cara mengetahui tingkat keberhasilan edukasi menggunakan cara pretest dan post-tes pada orang tua. Hasil evaluasi yang diperoleh adalah rerata skor pre-test menunjukkan nilai 43 poin dan meningkat pada post-test sebesar 100 poin. Ini menunjukkan bahwa edukasi mitos pasca khitan dapat meningkatkan pengetahuan orang tua pada ranah kognitif. Sehingga edukasi mitos pasca khitan sangat penting dilakukan untuk mengurangi risiko pelambatan kesembuhan luka pasca khitan pada anak.


Keywords


edukasi; mitos; pasca khitan

Full Text:

PDF

References


Darma, I.Y., Zaimy, S., & Idaman, M. (2020). Edukasi tentang perawatan luka khitanan. Jurnal Abdimas Saintika. Volume 2 Nomor 1. Available from: https://jurnal.syedzasaintika.ac.id [cited 17 September 2021].

Firmansyah, A., Setiawan, H., Suhanda, S., Fitriani, A., & Roslianti, E. (2019). Pendidikan Kesehatan Kepada Keluarga “Perawatan Luka Pasca Khitan Metode Konvensional Yang Optimal.” ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 53–56. https://doi.org/10.35568/abdimas.v1i2.329

Inmendagri (2021). Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor. 28 Tahun 2021. Tentang: Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat level 4 corona virus disease 2019 di Wilayah Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. https://ditjenbinaadwil.kemendagri.go.id

Nano Medic Care. (2021). Foods to eat after circumcision to help recovery. https://nmchealthcare.com.my/

Saswita, Y. (2016). Hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan sikap terhadap perawatan luka paska sirkumsisi pada anak laki-laki. Universitas Sumatera Utara. https://repositori.usu.ac.id

Seattle Children’s Hospital. (2021). Circumcision problem. Available from: https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/circumcision-problems/ [cited 17 September 2021].

SickKids Staff. (2016). Newborn circumcision: Caring for your child at home after the procedure. www.aboutkidshealth.ca

UNAIDS. (2010). Neonatal and child male circumcision: a global review. UNAID.2010;10.07E; Geneva Switzerland. https://www.who.int/hiv/pub/malecircumcision/neonatal_child_MC_UNAIDS.pdf [cited 17 September 2021].

Warees W.M., Anand, S & Rodriguez, A.M. (2021). Circumcision. [Updated 2021 May 14]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK535436/. [cited 17 September 2021].




DOI: https://doi.org/10.54639/kks.v1i2.800

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Karya Kesehatan Siwalima



Indexing:

  


Penerbit:

Lembaga Penerbitan Fakultas Kesehatan, Universitas Kristen Indonesia Maluku

Jln Ot Pattimaipauw RT.003/RW.003 Talake, Kel Wainitu, Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.