PEMBERDAYAAN MASYARAKAT SEBAGAI PROSES PENGUATAN KAPASITAS PETANI DALAM TINJAUAN MASYARAKAT PEDESAAN
DOI:
https://doi.org/10.38012/jb.v4i1.558Kata Kunci:
Key Word, Pemberdayaan Masyarakat, Petani, Masyarakat PedesaanAbstrak
Secara sosial, petani sebagai sebuah entitas sosial sampai saat ini tetap teridentifikasi sebagai masyarakat marginal (terpinggirkan) dan tidak memiliki daya, kekuatan, dan kemampuan yang dapat diandalkan serta tidak memiliki modal yang memadai untuk bersaing dengan masyarakat kapitalis atau masyarakat pengusaha yang secara sosial dan politik memiliki daya, kekuatan, dan kemampuan yang memadai. Keberdayaan masyarakat dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif masyarakat yang difasilitasi dengan adanya pelaku pemberdayaan. Sasaran utama pemberdayaan masyarakat adalah mereka yang lemah dan tidak memiliki daya, kekuatan atau kemampuan mengakses sumberdaya produktif atau masyarakat yang terpinggirkan dalam pembangunan. Tujuan akhir dari proses pemberdayaan masyarakat adalah untuk memandirikan warga masyarakat agar dapat meningkatkan taraf hidup keluarga dan mengoptimalkan sumberdaya yang dimilikinya.
Referensi
Fukuyama, 1995. Trust: The Social Virtues and the Creation of Prosperity. Free Press, ISBN 0-02-910976_0
Hoy, W.K., and J. Ferguson, 1985. A Theoretical Framework and Exploration of Organizational Effectiveness of Schools. Educational Administration Quarterly, 21(2), 117-134.
Karsidi, Ravik. 2007. Pemberdayaan Masyarakat Untuk Usaha Kecil Dan Mikro (Pengalaman Empiris Di Wilayah Surakarta Jawa Tengah). Jurnal Penyuluhan, September 2007, Vol. 3 No. 2
Kawalur, Arie Frits. 2010. Pemberdayaa Masyarakat Nelayan dalam Rangka Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Aplikasi Manajemen. Vol. 8 Nomor 1, Februari 2010.
Korten, David C., 1980, Community Organization and Rural Development: A Learning Process Approach, Public Administration Review, September/October 1980 p.480509
Pranarka dan Vidhyandika, 1996. Pemberdayaan dalam Onny S.P dan AMW. Pranarka (ed). 1996. Pemberdayaan: Konsep, Kebijakan dan Implementasi. Jakarta: Center for Strategic and International Studies (CSIS).
Rusli, Zaili. 2008. Strategi Pemberdayaan Masyarakat Miskin di Kabupaten Kuantan Singingi. Jurnal Ilmu Administrasi Negara Vol.8 No.2 Juli 2008. 111-121
Sikhondze, Wilson B. 1999. “The Role of Extension in Farmer Education and Information Dissemination in Swazilandâ€. Journal: Adult Education and Development No. 53/1999, Institute for International Cooperation of The German Adult Education Association, Bonn : 112/DW.
Slamet, M. 2003. Pemberdayaan Masyarakat. dalam Membetuk Pola Perilaku Manusia Pembangunan. Disunting oleh Ida Yustina dan Adjat Sudradjat. Bogor: IPB Press.
Sulistiyani, A.T. 2004. Kemitraan dan Model- Model Pemberdayaan. Yogyakarta: Gaya Media.
Sumodiningrat, G. 2000. Visi dan Misi Pembangunan Pertanian Berbasis Pemberdayaan. Yogyakarta: IDEA
. 2011 . Model Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Ekonomi Pembangunan Volume 12, Nomor 1, Juni 2011: 15-27
Syabra, R. 2003. Modal Sosial: Konsep dan aplikasi. Jurnal Masyarakat dan Budaya. Vol.V. N0.1:1-5.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Citation Check
Lisensi
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a ceative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).